Jumat , 31 Maret 2017
Home / Aktivitas Mitra / Forum Perempuan BEM SI Bahas Kekerasan Seksual
bem-si-gelar-konsolnas-bahas-kejahatan-anak-dan-perempuan
bem-si-gelar-Konsolidasi nasional forum perempuan BEM SI bahas kekerasan seksual

Forum Perempuan BEM SI Bahas Kekerasan Seksual

Edupost.id, Bandung – Forum perempuan BEM Seluruh Indonesia (SI) menggelar Konsolidasi Nasional (Konsolnas), (14-15/6) di Universitas Tekom, Bandung. Konsolidasi yang diikuti perwakilan dari 50 perguruan tinggi baik negeri maupun swasta ini fokus membahas isu kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.

Konsolidasi nasional itu menghasilkan eskalasi pergerakan baik dari eskalasi jangka panjang maupun jangka pendek. Eskalasi jangka panjang yaitu menurunkan angka terjadinya kasus kejahatan terhadap perempuan dan anak sedangkan untuk jangka pendek yaitu pengkajian RUU PKS dan Perpu kebiri serta pencerdasan rutin pada masyarakat mengenai tindakan preventif.

Kemudian, dalam konsolidasi itu dicapai mufakat untuk melakukan sosialisasi dan pembacaan surat terbuka pada Rabu (15/6). Sosialisasi yang diberikan berupa cara mencegah kejahatan seksual pada anak. Sosialisasi ini dikemas kreatif yaitu “high five” dengan membagikan selembaran flyer cara mencegah anak terkena kekerasan seksual. Kegiatan sosialisasi ini diberikan kepada ibu-ibu di perumahan sekitar monumen perjuangan Bandung.

Setelah melakukan sosialisasi, dilanjutkan pembacaan surat terbuka ditujukan kepada seluruh perempuan Indonesia oleh Forum Perempuan BEM SI yang dipimpin Koordinator Forum Perempuan BEM SI, Fathkhiya Mahfudzoh. Pembacaan surat terbuka dilakukan di Monumen Perjuangan, Bandung.

Forum Perempuan BEM SI menyadari bahwa perempuan dan anak merupakan aset yang berharga bagi keberlangsungan berbangsa dan bernegara. Karena itu, Forum Perempuan BEM Seluruh Indonesia menghimbau seluruh elemen masyarakat untuk:

1. Memperkuat peran keluarga sebagai pondasi dasar pencegahan kekerasan seksual
2. Menjaga diri sebagai tindakan preventif agar terhindar dari tindakan kejahatan seksual khusus bagi perempuan
3. Melaporkan setiap tindak kejahatan yang terjadi
4. Meningkatkan kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar sebagai bentuk pencegahan tindak kejahatan.

“Dengan surat terbuka ini diharapkan sebagai simbolisasi bentuk langkah awal untuk memberitahukan dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut andil dalam menurunkan tingkat kejahatan seksual pada perempuan dan anak,” ungkap Fathkhi, Koordinator FP BEM SI. (IK-SS)

Check Also

BEM SI. jpg

Ini Tujuh Fakta Aksi BEM SI 14 Februari Menurut Mahasiswa

Edupost.ID – Sejumlah mahasiswa PNJ, UNJ, STEI, SEBI, IPB dan beberapa pengurus BEM dari Universitas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *