Rabu , 18 Januari 2017
Home / Aktivitas Mitra / Graphic Designer hingga Apoteker Mengajar Anak SD di Kelas Inspirasi Tasik

Graphic Designer hingga Apoteker Mengajar Anak SD di Kelas Inspirasi Tasik

Edupost.ID, Tasikmalaya – Seratus Relawan Kelas Inspirasi meramaikan beberapa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tasikmalaya, Provinsi Jawa Barat pada Senin (20/4) lalu. Para relawan yang berasal dari berbagai profesi itu sangat antusias menginspirasi ratusan siswa SD yang ada.

Said Faray bin Zou (31) selaku Koordinator KI Tasikmalaya mengungkapkan bahwa jumlah sekolah dasar (SD) yang mengikuti kelas inspirasi ada 9 SD dan 1 Madrasah Ibtidaiyah (MI).

Sementara itu, jumlah relawan panitia yang terlibat, lanjutnya, ada 25 orang. Relawan inspirator dan dokumentasi ada 103 yang daftar namun yang hadir 86 orang.

Ia menyampaikan, pada bulan April tahun 2014 lalu diadakan KI Priangan Timur. “Namun hanya meliputi Tasikmalaya dan Ciamis; Tasik 5 SD, Ciamis 3 SD,” jelasnya saat dihubungi Edupost.ID.

Kemudian pada bulan April tahun 2015 diadakan KI Tasikmalaya yang kedua. “Kami (panitia) mengajukan KI Tasikmalaya #2 ke KI Pusat (a.k.a kantor Indonesia Mengajar),” ucapnya.

KI Tasikmalaya #2 ini diikuti berbagai profesi, diantaranya yang paling dominan adalah profesi guru/dosen, pengusaha dan apoteker.

“Saya tidak bisa memastikan profesi mana yang paling menarik bagi siswa, karena semua inspirator sangat menarik. Tapi kalau saya boleh pilih, yang paling ramai adalah seniman,” terangnya.

Said menuturkan, ada pengurangan jumlah relawan di tahun 2015 ini.

“Tahun 2014 lalu, masih ada 1 orang pengajar muda (teh Nani) dan 2 orang calon pengajar muda (Casim dan Ratna) yang jadi panitia/penggeraknya. Tahun ini sama sekali tidak ada. Teh Nani jadi staff di kantor IM.Casim dan Ratna masih menjadi pengajar muda hingga Juli – Agustus 2015,” paparnya.

Sejauh ini, Said menyebutkan tidak ada batasan usia bagi profesional yang jadi pengajar di Kelas Inspirasi. “Yang ada batasan profesionalisme (pengalaman profesinya minimal lebih dari 2 tahun),” pungkasnya.

Alasan pengalaman profesi menjadi syarat sebagai pengajar KI karena hal ini berhubungan langsung dengan penyampaian materi profesi mereka.

“Harus paham profesinya hingga yang disampaikan ke anak-anak SD benar-benar basic dari profesi mereka,” ucapnya.

Said menambahkan, kadang ada juga relawan inspirator yg masih kuliah atau sekolah. “Namun ia seorang pengusaha, seniman, budayawan, atlet, dan lain-lain yang berpengalaman dibidangnya lebih dari 2 tahun, itu juga bisa jadi inspirator,” jelasnya. (EI/IK)

Check Also

SBMPTN

Pendaftaran Bidikmisi 2017 Sudah Dibuka

Edupost.ID – Proses pendaftaran Bidikmisi 2017 mulai dibuka. Bidikmisi merupakan program bantuan biaya pendidikan bagi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *