Sabtu , 16 Desember 2017
Home / Aktivitas Mitra / Hak Dasar Anak Indonesia Masih Terabaikan, Mahasiswa Kampanye di Social Well Fair 2015

Hak Dasar Anak Indonesia Masih Terabaikan, Mahasiswa Kampanye di Social Well Fair 2015

EDUPOST.ID, DEPOK- Himpunan Mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial, Universitas Indonesia (HMIKS UI) menggelar Social Well Fair 2015 pada Kamis hingga Sabtu, 19-21 Maret 2015.

Nurul Safitri (20) selaku panitia acara mengungkapkan, acara ini bertujuan agar mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial paham akan isu-isu yang terjadi di Indonesia terutama yang terkait pemenuhan 10 hak dasar anak Indonesia.

“Acara ini sekaligus menjadi ajang untuk mengkampanyekan 10 hak dasar anak,” ujarnya, saat diwawancara edupost.id.

Nurul turut prihatin dengan data yang disajikan UNICEF tentang hak dasar anak Indonesia bahwa masih banyak hak tersebut yang belum terpenuhi.

“Fakta-fakta tentang anak yang dikeluarkan oleh UNICEF cukup mencengangkan bahwa lebih dari 50% anak di Indonesia tidak terpenuhi hak-haknya, bahkan hak dasarnya pun belum terpenuhi.”

Nurul menerangkan, isu-isu tentang anak masih terdengar asing di masyarakat karena itu panitia merasa perlu mensosialisasikan hal tersebut melalui acara ini.

“Beranjak dari data yang dikeluarkan oleh UNICEF tersebut, kami tersadarkan bahwa isu-isu tentang anak di Indonesia ini harus kami bahas. Untuk itu, kami mengundang mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial dari seluruh Indonesia untuk mengikuti rangkaian acara ini,” jelasnya.

Acara ini diikuti oleh 150 peserta, 51 diantaranya adalah delegasi mahasiswa dari berbagai wilayah di Indonesia. “Pendaftar baik via sms maupun on the spot di luar delegasi berjumlah kurang lebih 100 orang.

Rangkaian acara ini terdiri dari seminar, delegate social mission, program design, film screening dancreative fun campaign.

Pada hari pertama acara Social Well Fair ini, digelar seminar nasional yang diikuti mahasiswa dari seluruh Indonesia.

“Peserta seminarnya 51 delegasi dari mahasiswa Ilmu Kesejahteraan Sosial dari universitas dan sekolah tinggi,” jelasnya.

Tema yang diangkat dalam seminar yakni “Child Protection System” yang menghadirkan narasumber Cahyo Prihadi (Wahana Visi Indonesia) dan Muhammad Idris (Pemkot Depok).

Kemudian, di hari terakhir digelar Creative Fun Campaign yang bertujuan untuk menyuarakan hak dasar anak-anak Indonesia di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

“Kami melihat 10 hak dasar anak di Indonesia belum terealisasikan dengan baik. Jadi tujuan utamanya, kami bermaksud untuk mengkampanyekan 10 hak dasar anak tersebut,”.

Kegiatan Social Well Fair ini juga bekerjasama dengan Save The Children Indonesia. (EI/RR)

Check Also

KPAI Temukan Buku IPS Soal Yerussalem selain Penerbit Yudistira

Edupost.id – Buku IPS yang memuat konten bertuliskan “Ibukota Israel adalah Yerussalem” ternyata tidak hanya …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *