Selasa , 17 Januari 2017
Home / Aktivitas Mitra / IGI Siapkan Kompetensi Guru Wujudkan Sekolah Tanpa Kertas
IGI Siapkan Kompetensi Guru Wujudkan Sekolah Tanpa Kertas
IGI Siapkan Kompetensi Guru Wujudkan Sekolah Tanpa Kertas

IGI Siapkan Kompetensi Guru Wujudkan Sekolah Tanpa Kertas

Edupost.id – Keberadaan teknologi saat ini sudah mengalami perkembangan besar. Di dunia pendidikan, perkembangan teknologi ini harus disikapi secara positif untuk mendukung perkembangan dan kemajuan pendidikan Indonesia. Terkait ini, Ikatan Guru Indonesia (IGI) bertekad memanfaatkan kecanggihan teknologi untuk mewujudkan ‘Sekolah Tanpa Kertas’. Namun, IGI menyadari upaya itu mustahil terwujud tanpa didukung oleh guru yang berkompeten dalam penguasaan teknologi.

“Di sisi lain, teknologi semakin maju. IGI melihat ada peluang melahirkan ‘Sekolah Tanpa Kertas’ di masa depan, tapi semua itu tak mungkin terwujud jika tak dimulai dari gurunya,” ungkap Ketua Umum Pengurus Pusat IGI, Muhammad Ramli Rahim melalui siaran pers yang diterima Edupost.id, Sabtu (20/8).

Hal pertama dan utama mewujudkan sekolah tanpa kertas menurut Ramli adalah memulai dari gurunya. Guru harus tampil sebagai manusia paling kompeten di dalamnya. Jika teknologi pembelajaran terus dikembangkan dan dijalani oleh siswa tanpa diimbangi kompetensi guru, menurutnya, bukan sekedar guru tak lagi menjadi satu-satunya sumber belajar tapi guru akan dilecehkan dan direndahkan oleh siswa dan orang tua.

Ditambahkan Ramli, sebagi kerja nyata dalam 71 tahun kemerdekaan Indonesia, IGI berperan lebih nyata. Pada 14-16 Agustus lalu, IGI menggelar pelatihan berbasis IT di berbagai daerah. “Di Aceh kawan-kawan guru belajar membuat aplikasi pembelajaran berbasis Android atau lebih dikenal dengan Sagusanov, bermula dari Aceh Timur, lanjut ke Bireuen dan berakhir di Pidie. Di Masohi, di Maluku kawan-kawan IGI bersama Microsoft membuat diklat ‘sekolah tanpa kertas’ dan banyak lagi di tempat lain,” imbuhnya. Tidak hanya itu, hari ini IGI akan berkeliling di 6 kabupaten di Kalimantan Selatan mulai dari Banjarmasin, Banjar Baru, Balangan, HST hingga Batola untuk membuat Workshop Komik dan Game Pembelajaran Berbasis IT.
Pada bulan September mendatang, IGI akan menyelenggarakan workshop dan diklat di 50 kabupaten/kota setiap minggunya agar guru memiliki kreativitas mengajar berbasis IT di Indonesia. Dengan kerja nyata seperti ini, IGI yakin, ‘sekolah tanpa kertas’ suatu ketika akan terwujud.

“September nanti IGI akan mengumpulkan 100 guru hebat dari seluruh Indonesia dengan beragam cara mengajar yang menyenangkan berbasis IT, IGI bertekad menyelenggarakan workshop dan diklat di 50 kabupaten/kota setiap minggu, sehingga setiap minggu ada 1.700 – 5.000 guru memiliki kreativitas mengajar berbasis IT di Indonesia. Dengan kerja nyata seperti ini, IGI yakin, ‘sekolah tanpa kertas’ suatu ketika akan terwujud tanpa harus merengek dana APBN dan APBD,” pungkasnya. (Andi)

Check Also

guru

IGI Bertekad Lahirkan 1 juta Guru “Pintar” dalam Empat Tahun

Edupost.ID – Ikatan Guru Indonesia (IGI) semakin menunjukkaan keseriusannya membangun kompetensi guru Indonesia. Salah satu …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *