Rabu , 20 September 2017
Home / Aktivitas Mitra / Kelas Inspirasi Yogyakarta, Ratusan Profesional Muda Mendadak Jadi Guru SD

Kelas Inspirasi Yogyakarta, Ratusan Profesional Muda Mendadak Jadi Guru SD

EDUPOST, YOGYAKARTA- Kelas Inspirasi (KI) telah menggerakkan ribuan profesional muda dari berbagai bidang dan latar belakang pekerjaan untuk berbagi inspirasi bersama anak-anak sekolah dasar (SD) di seluruh Indonesia. Kelas Inspirasi ini telah dilaksanakan di berbagai daerah, termasuk diantaranya yang diadakan beberapa waktu lalu di 25 sekolah dasar Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Senin (16/3).

Indra Adrian Soerja Djanegara (24), selaku Koordinator Panitia Lokal Kelas Inspirasi Yogyakarta 2015 mengungkapkan, Kelas Inspirasi merupakan bagian dari Gerakan Indonesia Mengajar.

“Kami adalah anak organisasinya Indonesia Mengajar. Kami laporan langsung ke kantor Indonesia Mengajar di Jakarta,” ucapnya, saat diwawancarai Edupost.

Para relawan yang tergabung di Kelas Inspirasi Yogyakarta, berkumpul di Hari Inspirasi, Senin (16/3) dan menyebar ke 25 sekolah dasar di provinsi DIY. Setelah kegiatan selesai dilaksanakan, diadakan refleksi di Pendopo Taman Siswa, JalanTaman Siswa, Yogyakarta.

“Kemarin itu adalah kegiatan yang kami sebut Hari Inspirasi dimana para profesional mengajar selama satu hari penuh di SD mengenai profesinya,” tuturnya.

Adrian menyebutkan, satu sekolah diisi oleh sekitar 8 profesional dan mereka secara bergantian masuk ke dalam kelas. Total relawan berjumlah 230 orang.

“Jadi full dari jam 7-12 pagi itu diisi oleh para profesional. Setelah itu ada refleksi untuk melihat dan mengevaluasi Hari Inspirasinya,” terangnya.

Adrian menyampaikan bahwa kegiatan berbagi yang dilakukan para relawan ini bukan sekedar memberi informasi seputar deskripsi sebuah profesi. Mereka juga berusaha menanamkan nilai-nilai baik kepada anak-anak.

“Ehmm.. kata ‘sharing’ mungkin bahasa yg terlalu sederhana. Karena anak tidak hanya mendengarkan. Tapi ada juga yang praktek langsung. Yang profesi chef itu, saya dikabari bahkan sampai praktek nyusun kue,” tambahnya.

Ia menjelaskan ada perbedaan jelas antara kegiatan Indonesia Mengajar dan Kelas Inspirasi.

“Kalau Indonesia Mengajar kan gerakan mengajak sarjana muda untuk mengajar di sekolah-sekolah pelosok selama setahun lebih. Kalau Kelas Inspirasi, kami mengambil satu hari dimana para profesional mengajar di SD,” ungkapnya.

Adrian mengatakan, Hari Inspirasi umumnya diadakan setahun sekali namun ada juga kelas Inspirasi di daerah lain yang lebih dari sekali dalam setahun.

“Biasanya setahun sekali. Tapi ada juga KI daerah lain yang 2 kali. Setahu saya KI Batam itu 2 kali dalam setahun,” ujarnya.

Saat ditanya, 3 jenis profesi yang paling menarik perhatian para siswa saat Hari Inspirasi, Adrian menyebutkan arsitek, chef dan pramugari. “Tapi yang paling dominan dosen dan pengusaha,” katanya. (EI/LL)

Check Also

Universitas Pertamina

Universitas Pertamina Tumbuhkan Pemahaman Teknologi Siswa SMA

Edupost.id – Pesatnya perkembangan teknologi informasi di masyarakat saat ini, Universitas Pertamina melalui slogannya, “Be …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *