Minggu , 22 Januari 2017
Home / Aktivitas Mitra / KI Bantu Masyarakat Mendapat Pendidikan Dasar

KI Bantu Masyarakat Mendapat Pendidikan Dasar

Edupost.id, Jakarta – Pendidikan merupakan nilai tambah bagi setiap manusia. Untuk mendukung perkembangan pendidikan muncullah berbagai gerakan, organisasi, maupun komunitas. Seperti Kelas Inspirasi (KI) yang merupakan gerakan untuk mendukung masyarakat mendapatkan pendidikan dasar.

Atiek Puspa, salah satu relawan KI mengatakan KI berawal dari ide pelibatan para profesional di Jakarta dan beberapa kota besar lain terhadap perkembangan pendidikan dasar di sekitarnya, dan di Indonesia pada umumnya.

“Kegiatan awalnya bernama Profesional Volunteer Program (PVP). Kelompok ini diinisiasi oleh dua relawan lain, yaitu Safira dan Ika bersama yang lain termasuk pengajar muda angkatan pertama,” katanya pada Edupost.id beberapa hari yang lalu. Dari beberapa proses yang cukup panjang, maka lahirlah konsep mengajar sehari dengan nama Kelas Inspirasi. KI terbentuk pada 25 April 2012 di 25 sekolah di Jakarta.

KI tidak memiliki program kerja terstruktur, tidak ada hirarki organisasi, tidak ada anggaran dasar maupun anggaran rumah tangga. Kelas Inspirasi dimiliki oleh semua relawan yang terlibat, baik relawan pengajar, panitia, dokumentator, guru, dan siapa saja yang terlibat menggiatkan gerakan ini.

KI dikelola oleh teman-teman Public Engagement di Gerakan Indonesia Mengajar (GIM), dan dibantu oleh relawan. KI sudah digelar 145 kali di 81 kota di Indonesia, dari Aceh Utara hingga Jayapura.

Ia mengungkapkan pengelolaan KI dilakukan secara mandiri oleh para pegiat pendidikan di daerah-daerah tersebut. Pegiat pendidikan ini terdiri dari berbagai lapis usia dan profesi, komposisi terbanyak adalah para profesional, kemudian mahasiswa. KI terbuka untuk umum.

Selama melaksanakan program, tidak ada kendala berarti dalam pelaksanaan KI karena pelaksanaannya sangat otonomi, dengan kontrol yang sangat minimal. Kendalanya berbeda-beda di setiap daerah, terkadang pengelola daerah terjebak keseragaman teknis pelaksanaan, sedangkan KI berusaha melepaskan atribut teknis tersebut dan fokus pada dampak yang ingin ditimbulkan dengan terselenggaranya KI. (Reza)

Check Also

Resmi Terbentuk, IGMP Matematika Akan Gelar Konferensi Internasional Matematika

Edupost.ID – Guru matematika di seluruh Indonesia saat ini sudah terwadahi dalam sebuah organisasi baru, …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *