Selasa , 17 Januari 2017
Home / Aktivitas Mitra / Mahasiswa UPI Gelar Aksi Tuntut UKT dan Seleksi Mandiri
Mahasiswa-UPI-Gelar-Aksi-Tuntut-UKT-dan-Seleksi-Mandiri
Mahasiwa UPI Menggelar Aksi di Kampus. (Foto: aliansimahasiswaupi)

Mahasiswa UPI Gelar Aksi Tuntut UKT dan Seleksi Mandiri

Edupost.id –  Aliansi Mahasiwa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Bandung, menggelar aksi menuntut Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Seleksi Mandiri (SM) yang masih meresahkan mereka. Aksi yang berlangsung sejak pukul 09.00 WIB, (15/8), menuntut rektorat untuk menghapuskan uang pangkal SM-UPI.

“(Aksi mulai) jam 9 sampai tuntutan dipenuhi,” ujar Ketua BEM UPI, Guntur.

Menurutnya, sampai saat ini belum ada tanggapan lebih lanjut dari pihak rektorat. Status UPI yang kini Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) memiliki otonomi tersendiri untuk mengelola universitasnya, namun bukan berarti mengabaikan peraturan perundang-undangan yang lebih tinggi. Kenyataannya UPI lewat jalur SM-UPI melakukan praktik penyelenggaraan pendidikan yang tidak berkeadilan dan diskriminatif.

“Pasalnya peserta SM-UPI yang telah lolos “dipaksa” membayar uang pangkal yang besarannya mencapai 30 juta (beragam tiap prodi), konsekuensinya ketika tidak mampu membayar peserta tersebut dianggap mengundurkan diri,” tulis Aliansi Mahasiswa UPI dalam situs resminya.

Pendidikan kini, lanjutnya, menjadi komoditas layaknya barang dagang, pada sektor pendidikan tinggi berbagai kebijakan dimunculkan untuk melanggengkan praktik-praktik liberalisasi, komersialisasi, dan privatisasi pendidikan. Hingga kini upaya menghilangkan tanggung jawab pemerintah terhadap pendidikan terus dilakukan.

“Secara tidak langsung UPI mematok SM-UPI sebagai seleksi hanya untuk “orang kaya” dan membatasi “orang miskin”, padahal tidak ada dalam perundang-undangan manapun yang menjelaskan bahwa SM merupakan jalur masuk untuk “orang kaya”, bahkan dalam Panduan SM-UPI 2016,” terangnya.

Jalur SM-UPI, tambahnya, secara implisit diorientasikan untuk mencari keuntungan dari mahasiswa baru. Namun, sesuai UU Dikti No. 12 Tahun 2012 pasal (5) Penerimaan Mahasiswa baru Perguruan Tinggi merupakan seleksi akademis dan dilarang dikaitkan dengan tujuan komersial. Hal ini menunjukkan bahwa UPI telah melakukan praktik komersialisasi pendidikan dalam SM-UPI yang jelas-jelas bertentangan dengan UU Dikti No. 12 tahun 2012.

“Data terakhir yang dikumpulkan tim Aliansi Mahasiswa UPI terdapat lebih dari 60 mahasiswa baru SM-UPI yang terkendala membayar biaya pendidikan SM-UPI yang mahal,” imbuhnya. (Aliansi Mahasiswa UPI/Nisa)

Check Also

UKT-Mahal-BEM-U-KBM-Unila-Audiensi-dengan-Rektor

UKT Mahal, BEM U KBM Unila Audiensi dengan Rektor

Edupost.id – BEM U KBM Unila menggelar audiensi dengan Rektor Unila, Hasriadi Mat Akin terkait …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *