Jumat , 20 Januari 2017
Home / Aktivitas Mitra / Mukernas I, KAMMI Usung Tema “Jayakan Indonesia 2045”
Mukernas I Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) pada Rabu-Minggu, 17-21 Februari 2016.

Mukernas I, KAMMI Usung Tema “Jayakan Indonesia 2045”

JAKARTA – Pengurus Pusat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia ( PP KAMMI) menggelar acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) I pada Rabu-Minggu, 17-21 Februari 2016. Musyawarah yang mengangkat tema “Jayakan Indonesia 2045” ini dihadiri ratusan perwakilan Pengurus Wilayah dan Daerah KAMMI se-Indonesia. Acara yang dihelat di Asrama Haji Jawa Barat, Kota Bekasi itu bertujuan merumuskan agenda gerakan secara nasional.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Zulkifli Hasan dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi turut hadir dalam acara pembukaan Mukernas, (17/2). Dalam kesempatan itu, Ketua Umum PP KAMMI, Kartika Nur Rakhman menjelaskan makna logo Mukernas dan kaitannya dengan tema yang diangkat.

“Terinspirasi dari buku Arus Balik karya Pram, logo Mukernas berupa gelombang berwarna biru dan emas itu mengandung makna harapan bahwa di masa depan Indonesia akan meraih masa kejayaannya lagi sebagaimana masa Majapahit dahulu. Lebih dari itu, saat usia kemerdekaan Indonesia genap 100 tahun pada 2045 nanti, KAMMI ingin menjadi bagian dari elemen pendorong kemajuan Indonesia di percaturan global,” jelas Nur Rakhman.

Ia menambahkan, tujuan utama diadakannya Mukernas adalah menyamakan persepsi sesama penggerak KAMMI se-Indonesia tentang langkah organisasi periode ini demi meniti kejayaan Indonesia pada 2045 mendatang.

Sementara itu, Menpora menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh setiap kegiatan positif yang dilaksanakan organisasi kepemudaan di Indonesia.

Dalam sambutannya, Imam Nahrawi menyebutkan bahwa  ihwal kejayaan Indonesia 2045, hal itu bukan angan-angan kosong semata. “Saya meyakini dengan bekal ketulusan dan keikhlasan berjuang, Indonesia bisa kembali meraih kejayaan. Ketulusan dan keihlasan itulah yang menjadi pendorong terkuat perjuangan para founding fathers,” ujarnya.

Sedangkan, Zulkifli Hasan dalam pidatonya mengutip pembukaan UUD 1945. Ia menyebutkan, satu di antara empat hal yang harus dicapai negara ialah mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Penentu kemajuan sebuah bangsa bukanlah sumber daya alam, melainkan sumber daya manusia. Kita bisa melihat kemajuan Singapura saat ini. Padahal, pada saat Kerajaan Sriwijaya sedang jaya dulu, Singapura masih berupa rawa. Sebagaimana Ketua Umum PP KAMMI dan Menpora, saya pun yakin Indonesia masa depan bisa kembali jaya jika terus meningkatkan SDM,” paparnya.

(KAMMI/IK-SS)

Check Also

guru-mengajar

Kota Yogyakarta Belum Terapkan Permendiknas Tentang Sumbangan

Edupost.ID – Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Yogyakarta, Edy Hery Suasana menyatakan belum akan memberlakukan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *