Kamis , 27 Juli 2017
Home / Aktivitas Mitra / Para Pelajar di FON Luncurkan Program “Pemuda Mengajar”

Para Pelajar di FON Luncurkan Program “Pemuda Mengajar”

Edupost.id, Jakarta – Pendidikan menjadi jembatan dalam membentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas. Itulah yang melatarbelakangi para pelajar yang tergabung dalam Forum Osis Nusantara (FON) meluncurkan program “Pemuda Mengajar”. Program ini merupakan layanan pendidikan gratis bagi anak-anak kurang mampu.

Mochammad Risky Altaresh, Ketua Koordinator Pusat FON, yang akrab dipanggil Ares mengatakan, awalnya program ini hanya terdiri dari satu orang pengajar dan dua orang murid. Namun, saat ini relawan pengajar ada 12 orang dan murid berjumlah 8 orang mulai dari kelas 2 hingga 6 SD. Program ini diadakan di SMA Negeri Unggulan M.H. Tahmrin Jakarta Timur.

“Mungkin terlihat sedikit jumlahnya, tetapi kami berorientasi kepada kualitas KBM, bukan hanya kuantitas,” ujarnya kepada Edupost.Id, (18/01). Jumlah relawan yang tidak mengajar (karena sistemnya satu murid satu guru) akan menjadi tim manajemen yang mengatur jadwal dan pekerjaan lainnya layaknya sekolah. Kegiatan belajar yang mereka adakan berupa sekolah berasrama sehingga tidak memungkinkan pengajar untuk berada di luar sekolah. Maka dari itu, para murid diajak untuk datang ke sekolah.

FON didirikan sejak 11 Oktober 2011 saat acara Student Conference ISLC 2011 di UI, Depok. FON terbuka bagi semua pemuda Indonesia, tidak terbatas hanya untuk pengurus OSIS saja.

Target murid untuk saat ini yaitu anak atau kerabat dari karyawan dan cleaning service yang tinggal di sekitar sekolah, daerah Bambu Apus. Anak-anak tersebut juga bisa mengajak teman atau tetangganya untuk diberi pengajaran yang diadakan setiap Jumat malam di masjid sekolah dan hari Sabtu di perpustakaan. Kegiatan “Pemuda Mengajar” diadakan di tempat umum agar tidak terbentur dengan perizinan.

Salah satu siswa kelas 12 peserta Kegiatan “Pemuda Mengajar” menyebutkan, metode belajar dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama yaitu murid-murid belajar privat yaitu 1 murid dengan 1 guru selama 1 jam. “Murid-murid dibebaskan untuk menanyakan pelajaran sekolah apapun selama privat. Pengajar selalu menyesuaikan metode agar pembelajaran terus berlangsung kondusif dan murid terus terpacu untuk belajar, bisa berupa pemberian hadiah sederhana semacam permen, kue, dan lainnya apabila dapat menjawab pertanyaan,” ungkapnya.

Kemudian, sesi kedua yaitu sesi filosofi. Murid diajak untuk terbiasa berpikir tentang kehidupan dan agama agar dapat lebih bersyukur dan terus berbuat baik. Metodenya bisa berupa berbagi cerita dan mendongeng, jalan-jalan menyusuri sekolah, menganalisa kasus di kehidupan sehari-hari dan mencari solusinya.

Menurutnya, program ini sangat berguna bagi anak-anak di sekitar sekolah, terutama di lingkungan yang kurang diperhatikan pemerintah. Ia berharap, murid-murid yang telah diajarkan memiliki prestasi gemilang di sekolahnya dan menjadi manusia cerdas lagi berguna bagi orang lain.  (Reza)

Check Also

Guru garis Depan

SK CPNS Guru Garis Depan Telah Resmi Ditetapkan

Edupost.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah resmi menetapkan Surat Keputusan (SK) bagi 2.806 Guru …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *