Sabtu , 25 Maret 2017
Home / Aktivitas Mitra / Sekolah Gajah Wong Beri Akses Pendidikan Anak pemulung
Suasana kegiatan belajar mengajar di Sekolah Gajah Wong. dok. krjogja

Sekolah Gajah Wong Beri Akses Pendidikan Anak pemulung

Edupost.Id, Yogyakarta – Pada umumnya sebuah sekolah dibangun dengan gedung mewah. Namun, sekolah ini hanya dibangun dengan bangunan sederhana di dekat Sungai Gajah Wong. Oleh pengelolanya, sekolah ini disebut Sekolah Gajah Wong.

Ketika Edupost.Id berkunjung ke sekolah ini, sekilas tak tampak ada bangunan sekolah di lokasi ini. Hanya terlihat ada deretan kandang kambing, kebun sayuran, dan penampungan sampah plastik, dan deretan rumah kayu. Namun, tak salah, di sinilah lokasi Sekolah Gajah Wong berada.

“Dulu di sini adalah perkampungan para pemulung,” ujar Faiz Fakhrudin, pengelola Sekolah Gajah Wong mengawali kisahnya kepada Edupost.Id.

Menurut Faiz, sekolah ini dibangun untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak para pemulung di perkampungan tersebut. Awalnya, anak para pemulung tidak pernah mengenyam pendidikan. Mereka justru harus mengais sampah di jalanan setiap harinya. Sekolah ini berdiri setelah timbulnya kesadaran warga pemulung itu.

Lima tahun yang lalu, kelas pertama Sekolah Gajah Wong berdiri dengan gotong royong warga. Sekarang, sudah ada dua ruang yang difungsikan sebagai kelas.

Bangunan sekolah ini memang sangat sederhana. Namun, sistem pembelajaran di sekolah ini tidak sesederhana bangunannya. Penyampaian materi dilakukan dengan model tematik. “Anak-anak boleh milih sendiri tema yang ingin dipelajari”, ujar Faiz.

Pria berrambut panjang itu menambahkan, setiap tema akan dipelajari minimal selama tiga bulan. Guru akan menjabarkan tema itu dengan berbagai pendekatan, seperti matematika, biologi, sejarah, dan sebagainya. “Misalnya tema ayam, akan dipelajari tentang resep makanan dari ayam, anatomi tubuh ayam, dan sebagainya,” lanjutnya.

Pria asal Wonosobo, Jawa Tengah itu menjelaskan, di sekolahnya itu memiliki tujuh orang guru, termasuk dirinya. Enam orang guru lainnya ia rekrut secara selektif dan profesional. Seluruh guru yang mengajar di sekolah ini mendapat gaji bulanan.

Seluruh biaya operasional termasuk membayar gaji guru diperoleh dari tiga sumber. Pertama, dari hasil ternak kambing. ” Kambing-kambing itu milik sekolah,” ujar Faiz sambil menunjuk ke arah kandang kambing. Sumber keuangan lain adalah dari hasil donasi sampah dari masyarakat. Sampah dikumpulkan oleh para relawan dari berbagai tempat. Hasil penjualan sampah itu masuk ke kas sekolah. Faiz juga mengaku mendapat donasi uang dari beberapa donatur setiap bulan. Sedangkan, seluruh siswa sekolah ini tidak diminta membayar biaya sekolah.

Faiz juga telah menjalin kerjasama dengan sebuah sekolah di Yogyakarta. Sekolah itu siap menerima lulusan Sekolah Gajah Wong tanpa biaya. (Andi)

Check Also

fahimudin kholida man 3 bantul

Dua Siswa MAN 3 Bantul Raih Emas World Mathematics Invitational 2017

Edupost.ID – Dua siswa MAN 3 Bantul kembali berprestasi di kancah nasional setelah berhasil meraih …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *