Senin , 23 Oktober 2017
Home / Aktivitas Mitra / Seminar SMKN 2 Depok, Pornografi Ancaman Besar Generasi Muda
stop-pornografi
Stop pornografi

Seminar SMKN 2 Depok, Pornografi Ancaman Besar Generasi Muda

Edupost.id, Sleman – Pornografi menjadi ancaman besar bagi generasi muda, mengingat bahayanya yang bisa merusak pikiran dan mental. Terlebih gadget yang semakin merebak memungkinkan konten pornografi semakin mudah diakses. Hal ini terungkap dalam seminar Kesehatan Reproduksi yang diadakan SMKN 2 Depok Sleman, Sabtu (26/3).

Seminar ini nenghadirkan tim dari Leadership Community Djogja (LCD). Komar Kosim, Humas LCD dalam paparannya mengingatkan agar para peserta seminar tidak mengakses pornografi. Walaupun mengakses pornografi sangat mudah sejalan dengan kemajuan teknologi gadget, tetapi hal itu tidak tepat untuk dilakukan. Pria yang akrab disapa Marko in melanjutkan, kebiasaan mengakses pornografi menyebabkan seseorang menjadi kecanduan pornografi.

Pembicara lain, Upik Nur Hazizah, mengungkapkan, kecanduan pornografi jauh lebih berbahaya dibanding kecanduan narkoba. Kecanduan pornografi tidak terlihat secara fisik, tetapi memiliki dampak yang sangat berbahaya.

Remaja yang sudah kecanduan pornografi biasanya akan melakukan seks bebas. Ditambahkan Upik, secara medis perilaku seks bebas akan sangat beresiko terjangkit Penyakit Menular Seksual (PMS). “Secara kesehatan akan menyebabkan PMS seperti siphilis, dan HIV/AIDS,” ujar perempuan berjilbab ini.

Dampak seks bebas lain menurut Umi adalah terjadi kasus aborsi. Kasus ini marak terjadi karena adanya kehamilan yang tidak diinginkan akibat seks bebas. “Cowoknya lari karena belum siap menikah. Ceweknya hamil, terus akhirnya aborsi, membunuh bayi,” terang Upik.

Ia melanjutkan, kehidupan remaja sangat rentan terpengaruh seks bebas. Secara psikologis, masa remaja memang terjadi hasrat yang tinggi tentang hubungan seksual. Hal ini memang tidak bisa dipungkiri. Dan yang harus dilakukan oleh remaja adalah menjaga diri agar tidak terjerumus dalam perilaku menyimpang. “Kalau pacaran harus sehat. Ajak pasangan melakukan kegiatan positif, seperti pergi ke pengajian atau ke gereja,” pungkasnya.

Seminar yang digelar hari ini diikuti oleh lebih dari 500 siswa dari SMKN 2 Depok dan siswa lain dari berbagai sekolah lain. Selain kesehatan reproduksi, seminar ini juga diisi dengan materi napza dari BNN Kabupaten Sleman. Pembina PMR SMKN 2 Depok, Totok Triadi mengungkapkan, seminar ini untuk membentengi siswa dari perilaku menyimpang seperti seks bebas dan napza.

Bersamaan dengan acara seminar juga digelar aksi donor darah. Pendonor berasal dari guru, siswa, dan alumni SMKN 2 Depok, serta masyarakat sekitar. (Andi)

Check Also

Pelajar Indonesia Raih Emas di Kejuaraan Karate Internasional

Pelajar Indonesia Raih Emas di Kejuaraan Karate Internasional

Edupost.id – Enam pelajar Indonesia berhasil meraih empat medali emas dalam Kejuaran Karate The 31st Coupe …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *