Minggu , 28 Mei 2017
Home / Aktivitas Mitra / Seminar SPI, Pendiri Kampung Matematika Sebut Banyak ‘Guru Kuli’
Pendiri Kampung Matematika di acara seminar yang digelar SPI
Pendiri Kampung Matematika di acara seminar yang digelar SPI (foto: Nisa Edupost)

Seminar SPI, Pendiri Kampung Matematika Sebut Banyak ‘Guru Kuli’

Edupost.id, Bogor – Guru seharusnya mampu memberikan pendidikan yang baik bagi siswanya. Namun, saat ini banyak guru yang bukan sebagai pendidik tapi kuli mengajar. Demikian penilaian dari Pendiri Kampung Matematika, Ridwan Hasan Saputra saat menjadi narasumber dalam seminar yang digelar Sahabat Pendidik Indonesia di Aula Yayasan Ummul Quro tadi pagi, (21/5).

“Bukan guru pendidik tapi kuli mengajar. Kalau urusan guru hanya mencari duit tentu tidak akan berkah. Saya tidak tahu anda ini guru kuli atau bukan,” tegasnya saat mengisi sesi kedua dalam seminar yang bertajuk Guru Juara, Guru yang Ikhlas.

Menurut Ridwan yang juga menjadi Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM), jika guru hanya datang mengajar dan memikirkan uang, maka mereka tidak dapat menjadi guru yang ikhlas. Ridwan mengajak para peserta yang merupakan pendidik dari berbagai sekolah di Bogor ini untuk menjadi guru juara baik dalam akademik dan akhlak. Selain itu, mereka diberikan motivasi agar menjadi guru yang ikhlas.

Hal serupa juga disampaikan salah satu pengajar dari Klinik Pendidikan MIPA (KPM) yang menjadi pemateri dalam dalam sesi pertama. Ia mengungkapkan, peserta dapat mendapatkan manfaat, wacana serta paradigma baru yang dikatakan juara tapi ikhlas. Ikhlas bukan berarti gratis atau mengharapkan imbalan. Selain itu, peserta juga diajak untuk bermain Kartu Nara. Kartu Nara merupakan kartu bermain untuk anak yang bisa dipakai untuk mengajarkan Matematika.

“Jumlahnya 77 peserta. Acara ini sebenarnya salah satu rangkaian acara dari SPI. Sebelumnya kami membuat acara parenting seperti talent mapping. Guru itu tidak berubah, yang berubah hanya usianya saja. Jadi, awalnya beberapa guru di Kota Bogor bertemu untuk membuat komunitas dan terbentuklah SPI. Hari ini kami coba lebih ke arah pendidikan,” ujar Ketua SPI, Farid Hardiana. (Nisa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *