Senin , 24 April 2017
Home / Aktivitas Mitra / Tak Temui Demonstran, BEM SI : Jokowi Takut Menemui Mahasiswa
massa aksi bem si 121
Massa Aksi Bela Rakyat 121 BEM Seluruh Indonesia

Tak Temui Demonstran, BEM SI : Jokowi Takut Menemui Mahasiswa

Edupost.ID – Koordinator Pusat Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI), Bagus Tito Wibisono, mengungkapkan kekecewaannya karena Presiden Jokowi tak menemui mahasiswa pada saat aksi depan istana negara. Perwakilan mahasiswa hanya diterima oleh Teten Masduki, Kepala Staf Kepresidenan.

“Di Jakarta sendiri, sebagai titik pusat aksi 121, ribuan mahasiswa turun di kawasan istana negara. Mereka memulai aksi dari siang sampai malam hari. Dengan masa sebanyak itu, Presiden Jokowi masih tidak berani berhadapan dengan mahasiswa. Padahal, presiden pernah berkata ‘Rindu didemo, dan pendemo pasti dipersilakan masuk.’ Perwakilan mahasiswa hanya diterima oleh Teten Masduki, Kepala Staf Kepresidenan. Tentu ini menjadi kekecewaan kesekian kalinya karena presiden takut menemui mahasiswa,” ujar Bagus.

Ketua BEM UNJ itu mengatakan, diperkirakan total masa aksi di 19 titik seluruh Indonesia ini mencapai lebih dari 13.000 orang. Di kota Samarinda, sekitar seribu mahasiswa mengalami tindakan represif oleh kepolisian dengan penghadangan ketika menuju titik aksi, selain penangkapan tiga aktivis oleh kepolisian tanpa dasar yang jelas. Di kota Surabaya, ratusan mahasiswa turun dan satu orator dipukuli serta ditangkap dan dibawa ke polrestabes. Di kota lain, aksi berlangsung damai dan tertib.

Aksi ini menurut Bagus terjadi sebagai akumulasi keresahan yang tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa, namun juga masyarakat. Kenaikan BBM, TDL, Pajak STNK dan BPKB ditambah harga kebutuhan lain mendorong mahasiswa turun ke Jalan menyuarakan kebenaran.

“Kami menilai rezim Jokowi tidak memiliki itikad baik merespon tuntutan mahasiswa yang memperjuangkan aspirasi rakyat, sebab Jokowi tidak berani menemui mahasiswa. Sebagaimana pernyataan kami pada tgl 12 Januari 2017 didepan Istana bahwa diantara waktu tiga bulan ke depan, jika rezim Jokowi tidak ada perubahan maka kami akan terus melakukan perlawanan sampai keadilan dan aspirasi rakyat terpenuhi. Jika syarat keadilan dan tegaknya UUD 1945 itu harus menurunkan rezim Jokowi-JK maka kami akan mendesak DPR, MK dan MPR melakukan sidang istimewa terhadap rezim Jokowi-JK,” pungkas Bagus. (Andi)

Check Also

BEM SI. jpg

Ini Tujuh Fakta Aksi BEM SI 14 Februari Menurut Mahasiswa

Edupost.ID – Sejumlah mahasiswa PNJ, UNJ, STEI, SEBI, IPB dan beberapa pengurus BEM dari Universitas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *