Selasa , 13 November 2018
Home / Beasiswa / Kemenag Buka Seleksi Beasiswa Doktor ke Perancis

Kemenag Buka Seleksi Beasiswa Doktor ke Perancis

Edupost.id – Kementerian Agama tahun ini akan membuka seleksi pendidikan doktor pada perguruan tinggi di Perancis. Peluang beasiswa pendidikan ini akan diperuntukan bagi dosen dan calon dosen Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI).

“Diusahakan setidaknya ada 30 dosen atau calon dosen di bidang sains dan teknologi pada PTKI yang akan diberikan beasiswa ke Perancis untuk program doktor,” kata Direktur Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Arskal Salim di Jakarta, Senin (22/01).

Sebelum mereka diberangkatkan, calon peserta akan dibekali dengan kemampuan bahasa Perancis selama 3-4 bulan di Indonesia. Diharapkan, setelah tiba di Perancis calon peserta tidak mengalami kendala bahasa.

Selain beasiswa pendidikan, Kementerian Agama beserta Kedutaan Perancis bersepakat juga akan melakukan penelitian kolaboratif bidang sains dan teknologi (saintek) pada tahun 2018. Penelitian ini akan memberikan kesempatan kepada para dosen PTKI yang mengajukan proposal penelitian di bidang sains dan teknologi.

Proposal yang masuk akan diseleksi oleh tim review yang terdiri dari perwakilan Diktis dan Kedutaan Perancis. Proses seleksi dilakukan untuk memastikan penelitian yang akan dibiayai tepat sasaran dan tepat guna.

Arskal menilai, bidang sains dan teknologi di PTKI masih perlu didorong agar memiliki keunggulan dan karakternya yang khas. Lebih-lebih, integrasi keilmuan di lingkungan PTKI untuk bidang sains dan teknologi perlu diafirmasi dengan sejumlah program yang tepat.

Kepala Subdit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Suwendi berharap kolaborasi dengan Kedutaan Besar Perancis juga nantinya dapat menjangkau pada penguatan jurnal internasional. Menurutnya, Diktis saat ini memiliki Mora.Ref yang menjadi barometer indeks jurnal keagamaan di Indonesia.

“Kami ingin, jurnal yang terindeks secara internasional itu juga ada di Indonesia. Diharapkan dapat menjadi indeks jurnal keagamaan, setidaknya untuk kawasan Asia Tenggara,” harap Suwendi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=