Kamis , 19 Oktober 2017
Home / Berita Pendidikan / 11 Persen Sekolah di NTT Tergolong Tidak Layak
Pendidikan di NTT
Pendidikan di NTT

11 Persen Sekolah di NTT Tergolong Tidak Layak

Edupost.id – Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kemendikbud, Hamid Muhammad, mengungkapkan rata-rata 11 persen sekolah di NTT tergolong tidak layak untuk mendukung kegiatan belajar yang baik.

Untuk jenjang pendidikan dasar, sebesar 12 persen SD dalam kategori rusak berat dan tidak layak, untuk SMP sebesar 8 persen. Sedangkan untuk jenjang pendidikan menengah, 7 persen SMA belum memiliki sarana prasarana yang mencukupi.

“Pemerintah pusat terus melakukan afirmasi pada daerah dengan angka partisipasi pendidikan rendah,” katanya belum lama ini.

Pusat Data dan Statistik Pendidikan tahun 2016 mencatat, angka partisipasi murni provinsi NTT untuk tingkat SD sebesar 92,1 persen, dan SMP 67,6 persen. Sedangkan untuk jenjang pendidikan menengah mencapai 56,3 persen. Indeks Pembangunan Manusia provinsi NTT mencapai 62 ,67 persen di tahun 2015.

Hamid mengatakan pemerintah membantu pembangunan 14 unit sekolah baru pada 2017 di NTT. Jumlah itu diakuinya telah melengkapi pembangunan 80 unit sekolah baru. Sebelumnya di tahun 2016 , Kemendikbud telah memberikan bantuan pembangunan sarana prasarana pendidikan senilai Rp 303,106 untuk pembangunan 80 unit sekolah baru, 375 ruang kelas baru, 170 ruang perpustakaan, 75 laboratorium dan merehabilitasi 1.223 ruang belajar.

“Selain itu, Kemendikbud juga memberikan bantuan penyediaan toilet yang layak untuk sekolah- sekolah di NTT,” katanya.

Dalam rangka menyukseskan wajib belajar sembilan tahun, Kemendikbud telah membangun 35 sekolah satu atap yang menyatukan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Sedangkan untuk mendorong produktivitas dan penyediaan tenaga terampil di NTT , Kemendikbud membantu pendirian 22 Sekolah Menengah Kejuruan.

Kepala SMP Negeri 8 Kupang Timur, Mon Agustinus Willa, mengungkapkan sebelum mendapatkan bantuan, sekolah yang ia pimpin hanya berupa bangunan semi permanen. Sekolah ini hanya memiliki ruang kelas yang terbuat dari kayu dengan lantai tanah. Saat hujan, ruangan seringkali berlumpur, dan hal itu mengganggu kegiatan belajar mengajar.

SMP Negeri 8 Kupang Timur yang bermula dari inisiatif masyarakat sekitar mendapatkan bantuan pendirian 3 ruang kelas baru, 1 laboratorium IPA, 1 perpustakaan , 1 ruang guru , 1 ruang kepala sekolah , dan toilet dengan standar sanitasi. Dengan membaiknya lingkungan belajar , diharapkan dapat semakin meningkatkan angka partisipasi serta prestasi belajar siswa. (Andi)

Check Also

Pendidikan di NTT

Kemendikbud Bantu Rp 156.278 Miliar untuk Pendidikan NTT

Edupost.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada Sabtu (30/9) memberikan bantuan berupa uang tunai senilai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *