Senin , 5 Desember 2016
Home / Berita Pendidikan / 75 Persen Sekolah Rusak, IGI dan FSGI Bertemu Komisi X DPR
Terapkan Praktik Perilaku Hidup Sehat
Ilustrasi (foto: Indblgspt)

75 Persen Sekolah Rusak, IGI dan FSGI Bertemu Komisi X DPR

Edupost.ID – Sebanyak 75 persen sekolah di Indonesia dalam keadaan rusak dengan berbagai kategori. Tentunya pemerintah harus segera turun tangan melakukan pembenahan di sekolah – sekolah ini. Hal ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Panja Sarana Prasarana Komisi X DPR RI dengan perwakilan organisasi profesi guru di Gedung Nusantara I DPR RI, Senin (28/11).

Hanya dua organisasi profesi guru yang hadir dalam rapat ini dari empat yang diundang. Ikatan Guru Indonesia (IGI) hadir dipimpin oleh ketua umumnya, Muhammad Ramli Rahim. Sedangkan Federasi Sarikat Guru Indonesia (FSGI) dipimpin oleh sekjend Retno Listyarti. Sementara Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tidak hadir.

Sekjen FSGI, Retno Listyarti dalam paparannya mengungkapkan buruknya fasilitas belajar di beberapa daerah. Retno menyebut ada sekolah yang memiliki toilet yang buruk sehingga baunya tercium dari jarak jauh. Ruang belajar yang menyedihkan dan minimnya jumlah guru juga menjadi sorotan FSGI.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Umum IGI, Muhammad Ramli Rahim. Menurut Ramli, di tengah minimnya sarana prasarana pendididikan, peningkatan kompetensi guru dapat menjadi solusi peningkatan kualitas pendidikan Indonesia.

“Dengan segala keterbatasan, pemerintah tidak akan sanggup menuntaskan masalah sarpras ini dalam waktu dekat. Mengharapkan sesegera mungkin sarpas menjadi solusi peningkatan kemampuan siswa secara masif masih menjadi mimpi. IGI justru berpandangan bahwa gurulah yang harus dibuat kreatif,” ujar Ramli.

Menurutnya, dengan segala keterbatasan itu, guru harus mampu tetap menyajikan pembelajaran menyenangkan dan mendidik. Itulah mengapa IGI berkonsentrasi penuh pada peningkatan kompetensi guru. IGI tak menggunakan APBN dan APBD untuk mengembangkan kompetensi guru karena IGI sadar dengan segala keterbatasan pemerintah.

Terakait rendahnya sarana dan prasaran sekolah, IGI siap menyetorkan data valid terkait sekolah yang harus menjadi prioritas pembenahan. Untuk itu, Ramli meminta seluruh IGI daerah untuk menyetoran foto dan alamat sekolah yang dimaksud agar 2017 nanti tak ada lagi sekolah yang memprihatinkan termasuk sarana dan prasarana yang menjadi akses ke sekolah tersebut. (Andi)

Check Also

Pendidikan Berkembang, Sleman Raih Penghargaan dari Presiden

Pendidikan Berkembang, Sleman Raih Penghargaan dari Presiden

Edupost.ID – Kondisi pendidikan di Kabupaten Sleman Derah Istimewa Yogyakarta telah mengalami perkembangan yang besar. …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *