Senin , 26 Juni 2017
Home / Berita Pendidikan / Ada Diskusi Jawaban UN di Group Jejaring Sosial, Siswa Lapor ke Ombudsman
ujian nasional
Ilustrasi. Ujian Nasional (UN)

Ada Diskusi Jawaban UN di Group Jejaring Sosial, Siswa Lapor ke Ombudsman

Edupost.id, Yogyakarta – Ulah tidak terpuji dalam pelaksanaan Ujian Nasional tahun ini kembali dilakukan para siswa di Yogyakarta. Sebanyak 195 siswa SMA dari Jateng dan DIY yang tergabung dalam group jejaring sosial Line melakukan diskusi jawaban soal UN. Kejadian ini terjadi saat UN hari pertama saat mata pelajaran Bahasa Indonesia.

Hal ini terungkap setelah seorang siswa SMA di Kota Yogyakarta melapor ke Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan DIY Jateng. Ketua ORI Perwakilan DIY, Budi Masturi mengungkapkan, modus yang dilakukan adalah dengan memotret layar komputer yang berisi soal lalu mengirim ke grup Line. Ke-195 anggota grup tersebut saling membantu.

“Dalam grup Line mereka saling membantu memberikan kunci jawaban. Ada yang mengirim foto soal di layar komputer lalu dikirim dan meminta bantuan jawaban. Ada empat foto CBT dan tiga foto PBT yang ada di grup itu,” kata Budi.

Siswa pelapor yang juga anggota group itu baru mengetahui aksi teman-temannya tersebut selesai ujian saat dia membuka handphone. Dia mendapati soal sama persis yang dikerjakan saat ujian. Siswa tersebut lalu melaporkan kasus ini ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Karena merasa pihak Kemdikbud tidak memberikan jawaban, siswa tersebut lantas melaporkan kasus ini ke Ombudsman.

“Ini salah satu bukti bahwa masih ada siswa berintegritas yang berani untuk berbuat jujur,” kata Budi.

Ditambahkan Budi, para peserta grup Line tersebut saling berbalas chat ketika ujian hari pertama tengah berlangsung. Chat Line tersebut dikirim pukul 09.45 WIB. Fakta ini menunjukkan jika siswa peserta ujian bebas membawa handphone ke dalam ruang ujian saat ujian berlangsung.

“Pelapor kebetulan ada di dalam grup itu juga, tapi tidak kenal satu dengan yang lainnya. Kalau mereka aktif dan saling chat pada saat ujian itu artinya siswa bisa menyelundupkan handphone ke ruang ujian. Seharusnya ini tidak diperbolehkan,” ujarnya.

Pihak ORI DIY berjanji akan terus menindak lanjuti kasus ini. Sehingga ke depan tidak ada kasus serupa di seluruh Indonesia.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan DIY, Baskara Aji mengaku, telah memperketat pelarangan penggunaan telepon genggam saat ujian. Namun, pihaknya berjanji akan menindak tegas siswa yang terbukti membawa handphone ke ruang ujian. “Kami akan berikan sanksi jika terbukti,” tegasnya. (Andi)

Check Also

U-Torc, Pembalut Ramah Lingkungan Inovasi IPB

U-Torc, Pembalut Ramah Lingkungan Inovasi IPB

Edupost.id – Pembalut sebagai barang ekonomi merupakan benda yang permintaannya selalu kontinyu dari waktu ke …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *