Senin , 5 Desember 2016
Home / Berita Pendidikan / Alih Fungsi Guru Solusi Atasi Kekurangan Guru SMK
guru
Ilustrasi. Guru

Alih Fungsi Guru Solusi Atasi Kekurangan Guru SMK

Edupost.ID – Program alih fungsi atau sertifikasi ganda bagi para guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang digulirkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dipandang sebagai solusi terbaik untuk mengatasi kekurangan guru produktif di SMK. Disebutkan, program ini untuk memenuhi kebutuhan guru produktif di SMK khususnya bidang prioritas maritim/kelautan, pertanian, ekonomi kreatif, pariwisata, serta teknologi dan rekayasa.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Seni dan Budaya (P4TK-SB) Yogyakarta, Salamun mengatakan, program alih fungsi guru ini dapat mengatasi kekurangan guru dalam waktu relatif cepat. Mengingat, waktu yang dibutuhkan untuk mencetak guru-guru berkualitas berkisar 3-4 tahun lamanya.

“Guru bisa memiliki sertifikasi ganda dengan program ini. Nanti akan diberi pendidikan dan pelatihan selama setahun lalu mengajar di SMK yang masih kekurangan guru,” tutur Salamun kepada wartawan di P4TK-SB Yogyakarta.

Sasaran program ini adalah guru SMK dan SMA yang mengampu mata pelajaran adaptif untuk memperoleh komptensi keahlian tambahan dan mampu menjadi guru mata pelajaran produktif di SMK. Nantinya, guru dengan sertifikasi keahlian mengajar diberi kesempatan untuk mengikuti pendidikan keahlian lain sesuai kebutuhan.

Peserta program ini adalah para guru yang belum mampu memenuhi ketentuan waktu mengajar 24 jam tatap muka.
Peserta program akan mengikuti pembekalan selama tiga hari sebelum diterjunkan dalam on service learning selama 12 minggu. Mereka akan mengajar di sekolah lama dan juga praktek di sekolah baru yang kekurangan guru secara bergantian dengan pendampingan dari guru yang lebih senior.

Secara nasional, pada tahun 2016-2017 alih fungsi diperuntukkan bagi 15.000 guru yang berasal dari guru SMK dan SMA, dan dibagi ke 13 P4TK di seluruh Indonesia. Khusus wilayah Yogyakarta, akan ada 2.600 guru yang mengikuti program ini, antara lain untuk keahlian bidang pariwisata, elektronika, perkapalan, dan lainnya. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *