Selasa , 30 Mei 2017
Home / Berita Pendidikan / Alumni SM3T UNY Ajarkan Wirausaha Siswa SMP Aceh
Alumni-SM3T-UNY-ajarkan-wirausaha-siswa-SMP-Aceh
Alumni SM3T UNY ajarkan wirausaha siswa SMP Aceh (foto: UNY)

Alumni SM3T UNY Ajarkan Wirausaha Siswa SMP Aceh

Edupost.id – Salah satu alumni PPG SM-3T (Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan Terluar dan Tertinggal) Pendidikan IPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Syaifullah, berusaha menanamkan jiwa wirausaha kepada siswa SMP di Aceh. Ia mengajak mereka memanfaatkan bonggol pisang untuk diolah menjadi dodol.

Syaifullah merupakan Guru Garis Depan (GGD) penempatan SMP Negeri 4 Terangun, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Pemilihan bonggol pisang bukanlah tanpa alasan. Berawal dari fakta tingginya serat yang dimiliki bonggol pisang hasil penelitiannya ketika masih berstatus mahasiswa coba ditularkan kepada siswanya ketika mengajarkan materi bioteknologi.

Tahapan pembuatan dodol dari bonggol pisang adalah siswa diajarkan cara memilih jenis bonggol pisang yang cocok untuk diolah menjadi dodol. “Salah satu jenis bonggol pisang yang dapat diolah dan banyak dijumpai di Gayo Lues adalah jenis pisang raja” ucap Syaifullah.

Tahap selanjutnya adalah membersihkan bonggol pisang dari getahnya dengan cara direndam dalam air selama semalam, kemudian diparut dan dicuci kembali untuk memastikan getahnya bersih. Bonggol pisang yang telah diparut kemudian dimasak dengan tambahan bahan berupa santan, tepung ketan, gula pasir, garam dan daun pandan. Bahan-bahan tersebut diaduk sampai adonan mengental. Dodol yang sudah mengental lantas didinginkan dan dikemas dengan daun pisang.

Para siswa terlihat antusias dalam mempraktikkan tahapan demi tahapan pembuatan dodol bonggol pisang. “Walaupun proses memasaknya lama. Ternyata ketika sudah matang. Dodol dari bonggol pisang rasanya enak sekali” terang Jainudin, salah satu siswa kelas IX.

Syaifullah berharap setelah diberikan pengetahuan tentang mengolahan dodol dari bonggol pisang para siswa mampu memiliki keahlian untuk mengolah bonggol pisang dan juga memancing kreatifias siswa untuk membuat olahan yang bernilai ekonomis tinggi dengan bahan alami yang ada di lingkungan sekitar. (UNY/ IK-SS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *