Rabu , 23 Mei 2018
Home / Berita Pendidikan / Atasi Pengangguran, SMA di Jatim Dibuat Mirip SMK, Solutifkah?
Ilustrasi. Job Fair menyediakan berbagai lapangan pekerjaan

Atasi Pengangguran, SMA di Jatim Dibuat Mirip SMK, Solutifkah?

Edupost.id – Pengembangan pendidikan double track menjadi salah satu fokus Pemprov Jatim tahun ini. Nantinya, model pembelajaran di SMA dibuat mirip SMK. Apakah cara ini bisa menjadi solusi masalah pengangguran?

Gubernur Jatim Soekarwo mengatakan, pendidikan double track SMA dilakukan untuk mengisi kekosongan terhadap proses industrialisasi di Jawa Timur (Jatim). Kekosongan tersebut antara lain terlihat dari adanya sekitar 90.000 peluang kerja di Jatim yang tidak bisa diisi karena kompetensi.

Ia menambahkan, nantinya siswa diberi keterampilan tambahan sehingga lulusannya siap kerja jika tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

“Double track pada SMA  juga sebagai solusi mengatasi permasalahan siswa lulusan SMA yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Soekarwo menjelaskan, penerapan double track dilakukan dengan menambahkan kurikulum kompetensi di SMA, yakni menyisipkan pendidikan vokasional. Adapun keahlian yang diberikan diantaranya teknologi dan rekayasa, teknologi informasi dan komunikasi, kesehatan, agrobisnis dan agro teknologi, perikanan dan kelautan, bisnis dan manajemen, pariwisata, seni rupa dan kriya, serta seni pertunjukan.

“Setelah lulus dari double track ini, para siswa SMA akan mendapatkan sertifikat dari BSN. Jadi, saat mereka tidak bisa melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi bisa bekerja sesuai keahlian yang dimiliki,” tambahnya. (Pemprov Jatim/IK-SS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=