Selasa , 23 Mei 2017
Home / Berita Pendidikan / Bocah asal Indonesia Jadi Mahasiswa di Universitas Kanada

Bocah asal Indonesia Jadi Mahasiswa di Universitas Kanada

Edupost.id – Luar biasa! Tampaknya inilah ungkapan yang tepat diberikan kepada Diki Suryaatmadja. Bocah 12 tahun asal Indonesia ini menjadi mahasiswa termuda di Universitas Waterloo, Kanada. Bulan September menjadi awal perjalanan hidupnya menjadi mahasiswa jurusan Fisika termuda di Kanada.

“Sangat menggembirakan tetapi saat bersamaan sedikit gugup karena perbedaan budaya,” ujar Diki, seperti dikutip CTV News, 31 Agustus lalu.

Selama di Indonesia, Diki belajar di SD, SMP dan SMA dengan melalui kelas akselerasi. Tetapi tahun ini, Diki diterima di University of Waterloo sebagai mahasiswa kehormatan jurusan fisika. Tidak hanya mendalami fisika, Diki juga akan belajar kimia, matematika dan ekonomi.

Diki pun punya pandangan sendiri terhadap Kanada, yang akan menjadi tempat tinggalnya setidaknya hingga akhir kuliah. “Negara ini orang-orangnya sangat ramah. Mereka sangat baik dan sopan,” ungkap Diki.

Tetapi Diki mengaku musim dingin sedikit membuatnya khawatir. Menurutnya, dengan cuaca yang dingin, dia tidak akan bisa menghabiskan banyak waktu di luar ruangan, seperti melakukan joging ataupun kegiatan luar ruangan lain yang dinikmatinya. Diki pun tidak tinggal di lingkungan kampus. Dia justru tinggal bersama dengan keluarganya. Namun, pihak kampus memastikan akan bekerja sama dengan Diki agar bocah pandai itu bisa beradaptasi dengan kehidupan kampus. Meskipun adaptasinya mungkin tidak secepat dengan mahasiswa yang lebih tua.

Di kampusnya, Diki akan disambungkan langsung dengan penasihat akademik, dibandingkan mahasiswa lain yang hanya diberikan informasi. Pihask kampus juga akan mencarikan mahasiwa yang lebih senior sebagai mentornya. Selain itu, para pekerja kampus akan melakukan kontak reguler dengan pihak keluarga. Hal ini dilakukan agar pihak kampus memastikan bahwa Diki akan terintegrasi penuh secara sosial dan bisa memiliki pengalaman hebat serta sukses.

Masa kuliah yang diambil oleh Diki diperkirakan membutuhkan waktu empat tahun. Dirinya pun mungkin saja lulus sebelum diperbolehkan untuk menyetir di Ontario. Diki sudah memiliki rencana apa yang akan dilakukannya ketika selesai kuliah. Salah satu ide yang ingin dikembangkannya adalah energi terbarukan yang murah. “Saya ingin mengubah dunia. Saya masih muda dan masih banyak waktu di dunia ini,” pungkas Diki.

Menurut pengakuan Jardin, pihak sekolah tidak memperhatikan usianya saat menerima formulir pendaftaran Diki. Aplikasi dari Diki disetujui sebelum tim penyeleksi sadar mengenai usianya. Yang jelas Jardin mengakui bahwa nilai-nilai dari Diki sangat mengagumkan. Dia pun dianggap meraih nilai tinggi untuk diterima di University of Waterloo tahun ini.

Diki sendiri mengakui mengetahui kampus ini melalui temannya. Kemudian Diki mencari tahu tentang University of Waterloo sebelum akhirnya memutuskan untuk mendaftar. (Andi)

Check Also

UGM Buka Ajang Bisnis Pemuda ASEAN, AYSPP 2017

UGM Buka AYSPP, Ajang Bisnis Pemuda ASEAN

Edupost.id – Kompetisi bertaraf internasional, ASEAN Youth Socialprenuership Program (AYSPP) yang digelar Universitas Gadjah Mada (UGM) …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *