Senin , 25 September 2017
Home / Berita Pendidikan / Catatan Hitam Pendidikan Sulsel Jadi Perhatian IGI
Ujian Nasional (UN)
Siswa mengikuti ujian nasional (UN)

Catatan Hitam Pendidikan Sulsel Jadi Perhatian IGI

Edupost.id – Sulawesi Selatan disebut sebagai daerah yang memiliki catatan buruk dalam dunia pendidikan. Rendahnya anggaran pendidikan, rendahnya kualitas siswa dan guru, hingga tingginya angka kekerasan dalam dunia pendidikan telah menorehkan catatan hitam dalam pendidikan Sulawesi Selatan.

Muhammad Ramli Rahim, Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI) menyebut, anggaran pendidikan di daerah ini tergolong kecil, hanya Rp.76.000/siswa pertahun dari APBD 2016. Selain itu, Sulawesi Selatan pada tahun 2015 memiliki nilai Integritas terendah di Indonesia. Kondisi guru juga tidak kalah memprihatinkan. Pada Ujian Kompetensi Guru (UKG), guru di Sulsel hanya berada di urutan ke-22 dengan nilai rata-rata 52,6.

Ramli menambahkan, catatan buruk pendidikan di Sulsel menjadi perhatian bagi IGI. Sebagai organisasi profesi guru, IGI mencoba meningkatkan kompetensi guru sebagai salah satu upaya memperbaiki kualitas pendidikan di Sulsel.

“Kondisi guru di Sulsel faktanya memang jauh tertinggal dan ini tak mungkin bisa berubah jika bukan guru sendiri yang mengubahnya, berharap pemerintah akan mengubahnya tentunya tak seperti mengharapkan mentari terbit esok hari,” ujar Ramli kepada Edupost.id.

IGI akan menggelar pelatihan di 18 daerah di Sulsel. Sejak 5 hingga 25 September 2016, IGI akan menggelar Workshop dan Seminar di 18 Kabupaten/kota di Sulawesi Selatan, berawal dari Pangkep dan berakhir di Makassar.

Pelatihan di Sulsel akan diisi oleh trainer IGI yang berkompeten di bidangnya. Para trainer IGI yang dihadirkan adalah Abdul Kholiq, Guru SMKN 1 Bangil Jawa Timur yang dikenal sebagai Master Satu Guru Satu Inovasi (Sagusanov), Abdul Karim, Guru Nasima International School Semarang yang dikenal sebagai Master Komik, Elyas guru SMKN 4 Yogyakarta yang dikenal sebagai master Drawing Animasi.

“Kami dorong kawan-kawan guru untuk berhenti berharap tapi langsung berbuat, kegelapan ini tak seperti malam yang akan dihapuskan oleh mentari. Sekecil apapun yang kita lakukan, jauh lebih berarti dari sejuta kata protes dan caci maki ke pemerintah. Apalagi hanya diam dan pasrah dengan kondisi,” kata Ramli. (Andi)

Check Also

guru-mengajar

Komite Sekolah Bebas Galang Dana, Sekolah Berpotensi “Dijual”

Edupost.ID – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menerbitkan Permendikbud Nomor 75 tahun 2016 tentang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *