Minggu , 28 Mei 2017
Home / Berita Pendidikan / Cegah Kekerasan, Siswa Perlu Terapkan Sekolah Ramah Anak
Pelecehan pada anak
Pelecehan pada anak( foto: Childabuse.com)

Cegah Kekerasan, Siswa Perlu Terapkan Sekolah Ramah Anak

Edupost.id – Konsep sekolah ramah anak diharapkan mampu membiasakan anak untuk berperilaku ramah di dalam kehidupan bermasyarakat. Sekolah dalam hal ini memegang peran penting untuk  memberikan pemahaman tentang konsep ini kepada seluruh siswa melalui beragam aktivitas pembelajaran.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman, Arif Haryono menegaskan, anak sejak dini harus mendapat edukasi sikap ramah dalam pergaulan.  Hapannya, perilaku ramah anak tidak hanya di sekolah, tetapi juga di dalam kehidupan bersama. Kepala sekolah, guru, memegang peran penting untuk memberikan pemahaman dan pembiasaan ramah anak.

“Konsepnya adalah learning to know, bagaimana anak – anak kita paham tentang konsep sekolah ramah anak. Dan yang paling penting adalah learning to life together, pembelajaran berkaitan dengan sekolah ramah anak ini untuk dipraktekkan di dalam kehidupan bersama ,” ujar Arif di sela – sela acara Deklarasi Akhiri Kekerasan pada Anak Kabupaten Sleman, Kamis (15/9) di Gedung Serbaguna Sleman.

Arif menambahkan, konsep ini akan diintegrasikan dalam pembelajaran di kelas. Menurutnya, guru harus mampu memasukkan konsep ramah anak ini di dalam mata pelajaran yang diampunya. “Bagaimana menghargai sesama, itu kan banyak konteksnya, oendidikan agama bisa, PPKn juga bisa, IPS juga bisa,imbuh Arif.

Diakunya, belum semua sekolah di Kabupaten Sleman saat ini menerapkan konsep sekolah ramah anak. Pemerintah saat ini terus mendorong agar konsep ramah anak bisa diterapkan di seluruh sekolah. Arif menargetkan pada tahun ajaran 2016/2017 semua sekolah di Sleman sudah menerapkan konsep ini.

Menurutnya, kendala utama belum terlaksananya konsep ini secar menyeluruh adalah terkait fasilitas. Dalam konsep sekolah ramah anak, fasilitas sekolah menjadi satu hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Salah satu contohnya menurut Arif adalah rasio antara jumlah siswa dengan ketersediaan kamar kecil. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *