Sabtu , 21 April 2018
Home / Berita Pendidikan / Disdik Jatim Bantah Ahok Bantu Tebus Ijazah Siswa di Lamongan
pelajar sma
Ilustrasi: Pelajar SMA

Disdik Jatim Bantah Ahok Bantu Tebus Ijazah Siswa di Lamongan

Edupost.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Timur membantah kabar viral yang beredar bahwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membantu seorang siswi SMA di Lamongan untuk menebus ijazahnya. Ijazah itu dikabarkan ditahan pihak sekolah lantaran Fadila memiliki tunggakan biaya sekolah.

Kabar yang viral itu bermula dari foto surat yang beredar di media sosial. Surat itu bertanda tangan Ahok dan ditujukan kepada seorang siswi berinisial F. Di surat tersebut, tertulis agar F menghubungi staf Ahok yang bernama Natanael untuk membantu menyelesaikan persoalan ijazah yang tersangkut di sekolah.

Kepala Disdik Jatim, Saiful Rachman menegaskan, ijazah siswa yang bernama Fadila Marreta memang tidak diambil sejak kelulusan pada Mei 2017. Ijazah siswa ini tertahan lantaran yang bersangkutan belum melakukan cap 3 jari.

“Tidak benar bahwa sekolah menahan ijazah Fadila Marreta. Dari hasil catatan administrasi sekolah, Fadila Marreta memang memiliki tunggakan biaya bantuan sekolah yang disepakati Komite Sekolah sebesar Rp 2.000.000. Namun, sejak awal sekolah memberlakukan ke semua siswa, setelah siswa lulus tunggakan itu dianggap lunas,” terang Saiful dikutip dari penjelasan tertulis berjudul ‘Klarifikasi Berita Viral tentang Ijazah Siswa dari SMAN 3 Lamongan’.

Fadila baru datang pada 28 Desember 2017 dengan ditemani seorang perempuan yang mengaku sebagai wali murid untuk menemui bagian Tata Usaha. Kedatangan F dilaporkan kepada Kepala SMAN 3 Lamongan Wiyono.

Perempuan tersebut mengatakan Fadila menang lomba menulis puisi Ahok tanpa menyebutkan dia berkirim surat kepada Ahok. Ia lalu meminta nomor rekening sekolah yang disebut untuk menerima hadiah lomba menulis puisi Ahok yang kemudian dipergunakan untuk mengambil ijazah dan membayar tunggakan sekolah. Saiful menyebut perempuan itu juga menunjukkan ponsel kepada kepala sekolah.

Kepala sekolah lalu mengantar Fadila dan perempuan itu ke TU untuk mengambil ijazah. Fadila lalu membawa pulang ijazah setelah membubuhkan cap tiga jari pada ijazahnya. Saiful menyebut tidak ada biaya yang dibebankan kepada Fadila.

“Selama proses ini berlangsung, Kepala Sekolah Wiyono tidak pernah menjalin komunikasi dengan Saudara Natanael Ompusunggu sebagaimana yang disebutkan dalam berita di media massa dan media sosial maupun sejumlah media lainnya,” papar Saiful.

Saiful menegaskan, selama proses pengambilan ijazah, tidak ada biaya atau bantuan dari pihak siapapun. Termasuk adanya pengakuan bahwa ijazah itu diberikan atas bantuan Ahok dari orang dekatnya. Ijazah diberikan secara normatif antara pihak sekolah dengan Fadila sebagaimana perlakuan penerimaan yang diberikan ke siswa lainnya. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=