Selasa , 22 Agustus 2017
Home / Berita Pendidikan / Dua Ratus Guru Honorer K2 di Yogyakarta Resmi Jadi PNS
guru
Ilustrasi. Guru

Dua Ratus Guru Honorer K2 di Yogyakarta Resmi Jadi PNS

Edupost.id, Yogyakarta – Sebanyak 203 guru honorer K2 di Kota Yogyakarta telah resmi diangkat menjadi PNS. Mereka terdiri dari 102 orang Guru SD, 27 orang Guru SMP, 16 orang Guru SMA, dan 58 orang Guru SMK. Di antara guru honorer yang diangkat, bahkan ada yang sudah mengabdi selama 30 tahun.

Selain guru, Pemkot Yogyakarta juga mengangkat pranata laboratorium rumah sakit di Yogyakarta sebanyak dua orang dan tenaga administrasi sebanyak 155 orang. Sehingga, total pegawai yang diangkat sejumlah 360 orang. Pegawai paling muda yang diangkat menjadi PNS tersebut ialah 29 tahun, dan tertua 56 tahun.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Yogyakarta, Maryoto mengatakan, pengangkatan PNS dari jalur tenaga honorer K2 tersebut melalui tahapan cukup panjang. Ada ribuan pegawai honorer K2 di lingkungan Pemkot Yogyakarta yang tercatat. Dari jumlah itu hanya 856 orang yang sesuai persyaratan. “Dari ribuan pegawai, hanya 856 yang memenuhi syarat ikut seleksi,” ujar Maryoto, Selasa (29/3).

Kemudian, pada 2013 mereka kembali mengikuti proses seleksi, dan berhasil tersaring 363 orang yang dinyatakan lolos. Namun, setelah dilakukan validasi dan pemberkasan, ternyata ada dua orang mengundurkan diri dan satu orang dinyatakan tidak memenuhi ketentuan masa kerja. Dengan demikian, ada 360 honorer yang diangkat PNS.

Sementara itu, untuk tenaga honorer K2 lainnya hingga kini belum ada ketentuan dari pemerintah. Pemkot Yogyakarta masih menunggu kepastian pemerintah pusat. “Untuk yang lainnya, kita masih menunggu,” ujar Maryoto.

Surat Keputusan (SK) Pengangkatan 360 tenaga honorer di lingkungan Pemkot Yogyakarta menjadi PNS dilakukan oleh Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti di Balai Kota Yogyakarta, pada Senin (28/3). (Andi)

Check Also

Telur itik kaya Antioksidan dan Omega 3

Telur Itik Inovasi IPB Ini Kaya Antioksidan dan Omega 3

Edupost.id – Tiga peneliti Institut Pertanian Bogor (Fapet IPB), Sumiati, Widya Hermana dan Arif Darmawan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *