Kamis , 20 Juli 2017
Home / Berita Pendidikan / Dukung Literasi di Sekolah, 19 Kota Raih Penghargaan
siswa SD membaca buku
Siswa SD membaca di pameran buku (ilustrasi : Anonim)

Dukung Literasi di Sekolah, 19 Kota Raih Penghargaan

Edupost.id – Sebanyak 19 kabupaten/kota meraih Anugerah Literasi Prioritas atas prestasinya melaksanakan program kreatif dan inovatif di bidang literasi. Penghargaan itu merupakan kerja sama antara Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan USAID Prioritas dalam memberikan apresiasi kepada pemda yang mendukung gerakan literasi di sekolah.

Beberapa daerah tersebut bahkan telah mendeklarasikan diri sebagai kabupaten/kota literasi. Program unggulan mereka antara lain menganggarkan APBD dan membuat Peraturan Bupati/Wali Kota serta Surat Edaran Dinas Pendidikan yang mendukung penerapan literasi sekolah.

Ke-19 kabupaten/kota itu yaitu Kabupaten Aceh Barat Daya (Aceh), Kabupaten Bireuen (Aceh), Kabupaten Labuhanbatu (Sumatera Utara), Kabupaten Serdang Bedagai (Sumatera Utara), Kabupaten Serang (Banten), Kabupaten Tangerang (Banten), Kota Cimahi (Jawa Barat), Kabupaten Bandung Barat (Jawa Barat), Kabupaten Tasikmalaya (Jawa Barat), Kabupaten Banjarnegara  (Jawa Tengah), Kabupaten Demak (Jawa Tengah), Kabupaten Sragen (Jawa Tengah), Kabupaten Lumajang (Jawa Timur), Kabupaten Blitar (Jawa Timur),  Kabupaten Sidoarjo (Jawa Timur), Kabupaten Sidenreng Rappang (Sulawesi Selatan), Kabupaten Wajo (Sulawesi Selatan), dan Kabupaten Maros (Sulawesi Selatan).

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Hamid Muhammad memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang menerima Anugerah Literasi Prioritas. Ia mengatakan, jika pemerintah daerah bisa benar-benar menggerakkan literasi di sekolah, maka hasilnya akan luar biasa, akan ada perubahan yang signifikan di dunia pendidikan dan generasi masa depan.

Sementara itu, Stuart Weston, Direktur USAID Prioritas mengungkapkan, kesuksesan budaya baca di sekolah terletak pada inisiatif pemda dan sekolah, sehingga terdapat kreativitas yang berbeda-beda untuk memunculkan minat dan motivasi membaca bagi para siswa.

Stuart mencontohkan, inisiatif terlihat pada Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya. Di sana terdapat enam jam jarak tempuh yang harus dilalui pihak sekolah untuk mencapai toko buku di Banda Aceh. “Pihak pemda mampu membeli buku karena mempunyai dana BOS dan APBD, tapi jarak yang jauh menjadi kesulitan mereka, sekitar enam jam. Dengan kemauan dan inisiatif sekolah, mereka mencari buku sendiri ke Banda Aceh,” terangnya. (Kemendikbud/IK-SS)

Check Also

seniman mengajar kemendikbud

Pendaftaran “Seniman Mengajar” di Daerah Terpencil Mulai Dibuka

Edupost.id – Pendaftaran kegiatan “Seniman Mengajar” yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tahun ini …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *