Senin , 29 Mei 2017
Home / Berita Pendidikan / Empat Kisah Guru Dipenjara karena Kasus Sepele
dipenjara
Ilustrasi. Guru dipenjara 9foto: blacknaija)

Empat Kisah Guru Dipenjara karena Kasus Sepele

Edupost.id – Kasus guru di Indonesia yang dipidana orangtua siswa kian bertambah. Berikut ini sejumlah kisah guru yang dipenjara karena kasus sepele yang dianggap merugikan oleh orangtua siswa .

1. Guru SD cubit siswa

Kasus seorang murid yang melaporkan gurunya karena mencubit kembali terulang. Seperti dilansir Republika, Guru bernama Inho Loe dilaporkan oleh orang tua siswa kelas 4 SD Antonius Matraman Jakarta Timur berinisial KN karena diduga mencubit KN pada saat mengajar. Laporan masuk ke PPA Polres Jakarta Timur pada Jumat (10/6).

2. Guru cubit siswa

Guru Biologi Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Bantaeng, Nurmayani Salam ditahan karena pencubitan yang dilakukan pada Agustus 2015. Seperti dilansir Republika, siswa yang tidak terima diperlakukan seperti itu kemudian melapor kepada orangtuanya yang berprofesi sebagai polisi. Selanjutnya, guru tersebut dilaporkan ke pihak berwajib.

3. Guru tidak sengaja gores tangan siswa

Guru sukarela SMA Negeri 2 Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, Mubazir, mendekam di sel tahanan karena dilaporkan orangtua dari siswa bernama Saharuddin. Seperti yang dilansir Antaranews, tangan Saharuddin tergores gunting ketika hendak dipotong rambutnya. Setelah diberikan pegobatan di UKS, keesokan harinya, Saharuddin bersama ibunya melaporkan Mubazir ke Polsek Sinjai Selatan.

4. Guru tarik jambang siswa

Sutiyo, guru Matematika kelas VI guru SDN Sumberjati 2, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto dipidana pada 2013 lalu. Seperti dilansir Kompas, Sutiyo menarik jambang siswanya namun dalam batas yang wajar. Kemudian, Sutiyo divonis 20 hari penjara. Pengadilan Negeri Mojokerto (PN Mojokerto), kemudian memutuskan guru ini menjadi tahanan kota selama 52 hari. (Nisa)

Check Also

surat-larangan-pidana-guru

Surat Larangan Orangtua Pidanakan Guru, Ini Tanggapan Netizen

Edupost.id – Di media sosial Facebook kini beredar surat pernyataan SMP Negeri 6 Mataram, Kota …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *