Minggu , 11 Desember 2016
Home / Berita Pendidikan / Enam Organisasi Guru Minta Presiden Tetapkan HGN 5 Oktober
Enam Organisasi Guru Minta Presiden Tetapkan HGN Pada 5 Oktober
Enam Organisasi Guru Minta Presiden Tetapkan HGN Pada 5 Oktober

Enam Organisasi Guru Minta Presiden Tetapkan HGN 5 Oktober

Edupost.id – Enam organisasi profesi guru di Indonesia meminta Presiden Jokowi menetapkan peringatan Hari Guru Nasional 2017 tidak jatuh pada 26 Nopember. Sebagai gantinya, mereka mengusulkan tanggal 5 Oktober sebagai Hari Guru Nasional.

Enam organisasi profesi guru ini adalah Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Federasi Guru Independen Indonesia (FGII), Ikatan Guru Indonesia (IGI), Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU), Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT), dan Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI). Mereka minta pemerintah tidak menetapkan HGN berdasarkan pada salah satu HUT organisasi profesi tertentu (PGRI).

Sekjend FSGI, Retno Listyarti mengatakan, HGN ditetapkan pada HUT PGRI karena saat itu organisasi guru masih tunggal, hanya PGRI. Namun, seiring dengan lahirnya UU No. 14/2005 tentang guru dan dosen yang mengamanatkan organisasi guru tidak tunggal lagi. Saat ini mulai bermunculan berbagai organisasi lain selain PGRI.

“Atas dasar itu maka di acara peringatan HGN 2016, kami memohon kepada Presiden RI untuk mencabut kepres 78 /1994 dan menetapkan HGN tidak didasarkan pada salah satu HUT organisasi profesi. Kami usulkan hari guru internasional 5 Oktober ditetapkan pemerintah sebagai Hari Guru Nasional mulai 2017. Ini sesuai konvensi Paris 1942. Kami juga berencana menghadap presiden bersama- sama untuk memperjuangkan hal ini,” terang Retno.

Retno menilai, Keppres 78 /1994 tentang penetapan hari guru nasional sudah kaduluarsa seluruh konsideran dan dasar hukumnya. Bahkan, kepres ini ditandatangani oleh presiden RI kedua, padahal sekarang sudah presiden ke-7.

Terkait puncak peringatan HGN tahun ini, FSGI, IGI, FGII, PSGI, PERGUNU, dan JIST menyayangkan ada penggantian rundown acara secara sepihak atas usulan PGRI. Panitia bersama yang melibatkan seluruh organisasi profesi, menurut Retno, merasa “ditelikung” ketika rundown acara dikuasai PGRI yang juga merupakan bagian dari panitia bersama.

Kesepakatan yang dilanggar di antaranya tidak ada lagu mars organisasi guru termasuk mars PGRI. Presiden juga tidak diminta menggunakan seragam salah satu organisasi guru, tapi pada kenyataannya pada puncak acara presiden diminta memakai batik PGRI.

“Bahkan sempat ada insiden kecil saat guru-guru IGI tampil, di mana peserta dari PGRI ribut menyoraki, tidak menghargai pengisi acara,” sebut Retno. (Andi)

Check Also

guru

Jokowi Minta Guru Suntikkan Karakter Positif ke Siswa

Edupost.id- Presiden Joko Widodo meminta kepada seluruh guru Indonesia untuk tetap menyuntikkan karakter positif kepada …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *