Kamis , 25 Mei 2017
Home / Berita Pendidikan / Film Edukatif “Murid5” Resmi Diluncurkan di Youtube
serial-film-murid5
Serial Film edukatif Murid5 (foto: youtube)

Film Edukatif “Murid5” Resmi Diluncurkan di Youtube

Edupost.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) meluncurkan sebuah film serial inspriratif berjudul Murid5. Sejak 8 Juni lalu, episode pertama dari total 17 episode serial Murid5 sudah bisa disaksikan di Youtube dengan akun Murid5 Series.

Murid5 merupakan serial inspiratif yang menceritakan perjuangan anak-anak dan masyarakat di Desa Mekar Jaya untuk memenuhi Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar (SPM Dikdas) di wilayahnya.

Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen), Hamid Muhammad menyampaikan, film ini diharapkan mampu menunjukkan kepada masyarakat tentang kondisi pendidikan dasar khususnya sekolah-sekolah yang ada di berbagai wilayah tanah air. Murid5 juga bisa mengingatkan pemerintah daerah tentang kewajiban yang harus mereka penuhi dalam standar pelayanan minimal.

Film serial Murid5 menggambarkan sekolah-sekolah yang tak memenuhi layanan standar minimal sekolah. Film serial ini diluncurkan oleh Tim Advokasi Program Pengembangan Kapasitas Penerapan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan Dasar (PKP-SPM Dikdas). Peluncuran film ini mendapat dukungan Kementerian Agama, Uni Eropa dan ADB.

Episode pertama film dengan judul “Murid5-Episode 1-Rekomendasi” sudah dapat disaksikan di platform media sosial Youtube. Kita dapat mengikuti petualangan Murid5; Wati, Budi, Irma, Johni dan Untung, dalam memperjuangkan SDN Mekar Jaya agar bisa memenuhi standar pelayanan minimal pendidikan dasar (SPM Dikdas) sehingga kegiatan belajar¬-mengajar di sekolah tersebut bisa terus berlangsung.

Informasi lain seputar film serial Murid5 dapat diakses melalui laman film murid5. Media sosial Twitter @murid5series , Facebook: Murid5 , dan Instagram @murid5series . (Kemdikbud/IK-SS)

Check Also

Kemdikbud

Bantah Larang Nonton Anime, Kemdikbud Adukan Akun Palsu

Edupost.id- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kemendikbud melaporkan akun penyebar berita palsu (hoax) ke Facebook. Akun …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *