Jumat , 21 Juli 2017
Home / Berita Pendidikan / FSGI Beberkan Tujuh Jenis Kecurangan UN 2016
UNBK 2016
Siswa sedang mengikuti UNBK 2016 tingkat SMA (foto: Nisa Edupost)

FSGI Beberkan Tujuh Jenis Kecurangan UN 2016

Edupost.id, Bogor – Ujian Nasional (UN) 2016 telah usai dilaksanakan, namun agenda nasional pendidikan ini masih tetap diwarnai kecurangan setiap tahunnya. Menurut data dari Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), terdapat tujuh jenis kecurangan yang terjadi di UN tahun ini.

Data kecurangan tersebut berdasarkan laporan atas pelaksanaan UN di Lampung, Pontianak, Medan, Jakarta, Surabaya, dan Cikampek. Laporan yang masuk diperoleh dari pengaduan masyarakat di pos pemantauan UN.

Kecurangan tersebut diantaranya yaitu ada laporan kecurangan sistemik di Lampung. Atas perintah kepala sekolah, guru memasuki ruangan dan membantu siswa mengerjakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Kecurangan kedua yaitu adanya sindikat jual beli kunci jawaban UN di kalangan siswa SMA Pontianak dan Cikampek.

Selain itu, sejumlah siswa melaporkan soal UN berbasis kertas atau PBT dengan soal UNBK dibuat sama. UN PBT sendiri selesai pada Rabu, (6/4), sedangkan UNBK pada Selasa, (12/4). Hal tersebut menimbulkan masalah berupa diskusi soal antara peserta UN PBT dengan UNBK.

Kecurangan keempat, jarak komputer di ruang ujian berdekatan karena diisi dengan 40 komputer, sehingga peserta ujian dapat saling melirik dan bertanya.

Kecurangan lainnya yang terjadi yaitu peserta UNBK dapat saling bertanya soal yang dikerjakan karena ada tiga sesi pengerjaan akibat keterbatasan jumlah komputer.

Kecurangan keenam, paket soal UNBK diduga tidak mencapai 21 paket untuk satu ruang seperti diinfokan pemerintah, sehingga peserta menyatakan mereka mendapat paket soal yang sama. Ada laporannya juga bahwa Paket Soal ujian paket C yang dimulai pukul 13.00- 18.00 wib yang diselenggarakan 4-7 April 2016 ternyata juga dilaporkan sama dengan soal paket UN PBT dan UNBK.

Kecurangan ketujuh yaitu pada Senin dan Selasa, (11-12/4), masih diselenggarakan UNBK dengan materi Fisika, Ekonomi dan Bahasa Inggris. Sementara ketiga materi tersebut sudah diujikan pada peserta UN PBT. Hal tersebut memicu adanya diskusi peserta UNBK dengan UN PBT. (FSGI/ Nisa)

Check Also

Pertemun ke-6 South East Asia Network for Animal Science (SEANAS) pada 20-22 Juli 2017, Hanoi, Vietnam

Fapet UGM Tingkatkan Kurikulum Menjadi Level Dunia

Hanoi (21/7) – Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) tengah berupaya untuk meningkatkan kurikulum …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *