Minggu , 22 Juli 2018
Home / Berita Pendidikan / FSGI Minta Pemprov Jakarta Data Ulang Bangunan Sekolah Rawan Roboh
smpn 32 jakarta roboh
Bangunan SMPN 32 Tambora, Jakarta Barat roboh diduga sudah berusia tua

FSGI Minta Pemprov Jakarta Data Ulang Bangunan Sekolah Rawan Roboh

Edupost.id – Kejadian robohnya SMPN 32 Jakarta menjadi keprihatinan yang sangat mendalam bagi Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), dan SEGI (Serikat Guru Indonesia) Jakarta. Kejadian ini menyisakan beberapa catatan kritis bagi stakeholder pendidikan di Jakarta, khususnya Pemprov DKI Jakarta.

Sekretaris Jenderal FSGI, Heru Purnomo meminta Pemprov DKI Jakarta kembali mendata sekolah-sekolah dan ruang-ruang kelas yang sudah tidak layak dipakai dalam proses pembelajaran sehari-hari. Termasuk di antaranya sekolah atau ruang kelas yang dikategorikan sebagai cagar budaya.

“Pemerintah kami dorong untuk memikirkan ulang terkait masih digunakannya ruang belajar di sekolah yang masuk kategori cagar budaya tadi. Sebab ditinjau dari aspek fisik bangunan yang masuk kategori sudah tak layak dan rentan berbahaya bagi keamanan warga sekolah,” terang Heru Sabtu (23/12).

Heru menambahkan, FSGI mendorong Pemprov DKI untuk memprioritaskan perbaikan terhadap bangunan sekolah yang sudah tak layak guna. Ini sangat mendesak dilakukan, demi keselamatan warga sekolah; siswa, guru, petugas, tenaga kependidikan dan lainnya, termasuk untuk menjaga proses pembelajaran yang berkualitas dan aman bagi peserta didik.

“Berkaca pada kasus robohnya aula SMPN 32 Jakarta hanya kurang lebih sekitar 3 jam setelah para siswa merayakan hari besar agama di dalam bangunan yang roboh tersebut. Bayangkan, jika roboh saat ratusan anak berada di dalam bangunan tersebut, itu bisa menjadi tragedi yang memilukan, terjadi di Jakarta pula,” katanya.

Menurutnya, proses pembelajaran tak akan berkualitas jika para siswa dan guru merasa “khawatir” akan keselamatannya ketika berada di sekolah. Padahal sekolah sejatinya adalah tempat dan rumah kedua yang paling aman untuk melindungi siswa. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, sekolah menjadi tempat yang paling tidak aman.

Wakil Sekjen FSGI, Satriwan Salim menambahkan, FSGI juga mendorong Dinas Pendidikan dan Dinas Budaya Pariwisata Provinsi DKI Jakarta untuk segera berkoordinasi terkait sekitar 10 sekolah yang masuk kategori cagar budaya dan juga rentan roboh karena tuanya usia bangunan.

“Supaya tidak saling lempar tanggungjawab. Menjaga situs cagar budaya adalah penting, tapi jangan sampai pemerintah mengabaikan keselamatan para peserta didik dan guru, yang juga jauh lebih penting. Agar layanan pendidikan yang prima bagi generasi bangsa ke depan tetap terjadi,” ujar Satriwan yang juga Plt Ketua Umum SEGI Jakarta.

FSGI dan SEGI Jakarta juga mendorong Direktorat Kebudayaan Kemdikbud RI segera berkoordinasi dengan Pemprov DKI Jakarta untuk mengurus cagar-cagar budaya. Tidak hanya untuk menyelamatkan warisan budaya bangsa yang sangat berharga, tetapi juga untuk melindungi anak-anak bangsa ini. (Andi)

Check Also

Bangunan SMPN 32 Jakarta Roboh, Begini Kondisinya Sekang

Edupost.id – Bangunan SMPN 32 Jakarta Barat pada Kamis (21/12) lalu telah roboh. Bangunan yang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=