Jumat , 27 April 2018
Home / Berita Pendidikan / FSGI Sebut Banyak Sekolah Rusak di Indonesia, Ini Datanya
SMKN 3 Tasikmalaya roboh
SMKN 3 Tasikmalaya, salah satu sekolah yang mengalami kerusakan akibat gempa bumi

FSGI Sebut Banyak Sekolah Rusak di Indonesia, Ini Datanya

Edupost.id – Sekjend Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Heru Purnomo, menyebut ada sejumlah sekolah di berbagai daerah yang mengalami kerusakan sedang dan berat. Yang lebih memprihatinkan, kondisi sekolah tersebut tetap dibiarkan rusak sejak bertahun-tahun. Kerusakan ini, sangat membahayakan keselamatan guru dan siswa, dan menghambat proses pembelajaran di sekolah-sekolah tersebut.

“Data sekolah rusak sedang dan berat yang dimiliki datanya oleh FSGI, berasal dari Bekasi dan Bandung (Jawa Barat), DKI Jakarta, Serang (Banten) serta Lombok dan Bima (NTB),” ujar Heru dalam keterangan resminya Selasa (6/2).

Di antara sekolah rusak tersebut adalah SDN Merdeka di Desa Gudang Kahuripan, Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Akibat tertimpa pohon pada Senin, 4 Desember 2017, satu ruang kelas rusak berat. Seluruh siswa di kelas tersebut harus bergabung dengan kelas lain untuk mengikuti proses pembelajaran.

Kerusakan juga menimpa SDN Sadah yang dikenal dengan Sekolah bekas kandang kerbau. Fasilitas di sekolah ini tidak memenuhi standar nasional pendidikan, baik ukuran ruang kelas, toilet, ruang guru, dan kapasitas listrik yang hanya 450 watt. Bahkan, sekolahnini tak memiliki ruang perpustakaan.

Kerusakan sekolah juga terjadi di Ibu Kota Jakarta. Bangunan SMPN 32 Jakarta Barat diketahui telah rubuh dua jam setelah digunakan oleh ratusan siswanya untuk perayaan hari besar agama Islam. Pemerintah setempat terkesan saling lempar tanggungjawab antara Dinas Pendidikan dengan Dinas Pariwisata DKI Jakarta, lantaran sekolah ini dianggap bangunan cagar budaya.

SMPN 2 dan SMPN 3 Jonggat, Lombok Tengah, juga dalam kondisi rusak berat, dan sudah bertahun-tahu tidak diperbaiki. Bahkan, di SMPN 3 Jonggat satu ruang ketrampilan yang berisi puluhan komputer untuk pembelajaran siswa rubuh pada 31 Desember 2017 lalu.

Kondisi sekolah ini sangat memprihatinkan dan membahayakan siswa. Dari 15 ruang kelas, 7 di antaranya berpotensi roboh, padahal setiap hari masih dipergunakan untuk proses pembelajaran.

Di Kabupaten Bekasi ada ribuan ruang kelas SD dan SMP yang rusak ringan sampai berat. Pada jenjang SD, 3.220 ruang kelas mengalami rusak ringan, 530 kelas rusak sedang, 333 kelas rusak berat, dan 290 kelas rusak total. Sedangkan untuk SMP, ruang kelas yang rusak ringan sampai berat mencapai 1.029 ruang.

“Di SMAN 1 Monta Kab Bima NTB, 3 Ruang Kelas, 1 Ruang Guru, 1 Ruang Kepsek, dan 1 Ruang Tata Usaha sejak dua tahun terakhir sudah roboh, sehingga kegiatan belajar dijadikan dua shift. Sementara, ruang TU, guru dan kepsek menggunakan ruang perpustakaan dan laboratorium,” pungkas Heru. (Andi)

Check Also

guru

Tanpa Pelatihan Guru, Pemerintah Tak Berhak Lakukan UKG

Edupost.id – Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) meminta pemerintah tidak boleh hanya melakukan uji kompetensi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=