Selasa , 24 Januari 2017
Home / Berita Pendidikan / Full Day School Dinilai Hanya Cocok di Perkotaan
Full-Day-School-Dinilai-Hanya-Cocok-di-Perkotaan
Ilustrasi: Sekolah di Perkotaan. (Foto: smkymik)

Full Day School Dinilai Hanya Cocok di Perkotaan

Edupost.id – Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi menilai bahwa Full Day School dari Mendikbud baru hanya cocok di perkotaan. Menurutnya, tidak semua sekolah cocok dengan Konsep Full Day School. Wilayah pedesaan dirasa tidak akan kontraproduktif jika menggunakan konsep Full Day School.

Dedi berpendapat, Konsep ‘Full Day School’ akan berjalan efektif saat sekolah memiliki fasilitas yang memadai. Tanpa itu semua menurut dia, sistem pendidikan hanya akan melahirkan generasi stres dan depresi. “Jangan hanya lihat Jakarta. Lihat Papua, Kalimantan, lihat juga Jawa Barat. Tidak akan semuanya cocok,” ujarnya dalam siaran pers.

Karena didasarkan pada faktor heterogenitas pelajar dan orang tua, Dedi mengaku akan tetap menggunakan konsep Pendidikan Berkarakter yang telah dia terapkan sejak Tahun 2008 lalu. Mata pencaharian para orang tua siswa yang rata-rata petani di pedesaan membuat pelajar di Purwakarta memiliki durasi waktu belajar yang lebih singkat di sekolah yakni dari Jam 06.00 WIB sampai dengan Jam 11.00 WIB.

“Kalau fasilitasnya memadai, Laboratorium, ruang seni, fasilitas olahraga dan semua kegiatan ekstrakurikuler berjalan dengan baik tentu konsep ini bagus. Tetapi kalau semua fasilitas dan kegiatan masih kurang, kita malah akan keteteran. Anak-anak bisa depresi,” tambahnya.

Di Purwakarta, Peraturan Bupati tentang Pendidikan Berkarakter sudah diintegrasikan dengan Peraturan Bupati tentang Desa Berbudaya sehingga pelajaran siswa di sekolah harus diaplikasikan oleh siswa di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing, para orang tua yang tidak mendorong anak-anak mereka untuk melaksanakan peraturan tersebut diberikan sanksi berupa pencabutan subsidi kesehatan dan pendidikan dari pemerintah daerah.

“Sepulang sekolah mereka bisa membantu orang tuanya di sawah, belajar berladang, bercocok tanam, beternak dan kegiatan lain yang sifatnya mengasah kemandirian mereka kelak. Ini juga solusi kami di Purwakarta untuk  generasi mendatang yang mampu menciptakan ketahanan pangan,”pungkasnya.

 

Check Also

Soal-Ujian-Terlalu-Sulit-Nilai-UN-SMP-2016-Turun

Full Day School, Pemerintah Perlu Perhatikan Tiga Hal 

Edupost.id – Kepala MAN Wonokromo Bantul, Ali Asmu’i mengatakan, jika tujuan pemerintah melaksanakan kebijakan full …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *