Senin , 23 Januari 2017
Home / Berita Pendidikan / Grand Final Mapres UGM, Bupati Kulon Progo : Mahasiswa Harus Berinovasi
Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo. foto dok. fdasp

Grand Final Mapres UGM, Bupati Kulon Progo : Mahasiswa Harus Berinovasi

Edupost.ID, Yogyakarta – Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo, mengatakan, seorang mahasiswa seharusnya lebih banyak berkarya dari pada bekerja. “Kalau bekerja cepat capai, selalu nuntut gaji. Tapi kalau berkarya tidak cepat capai,” ujar Hasto ketika menjadi pembicara dalam Talkshow Grand Final Pemilihan Mahasiswa Berprestasi UGM 2016 di Grha Sabha Pramna UGM Sabtu (9/4).

Dikatakan Hasto, dalam era saat ini peran mahasiswa dalam berinovasi sangat dibutuhkan untuk membangun negara ini. Hasto mencontohkan, di pedesaan saat ini banyak menggunakan kompor gas, padahal banyak ranting dan pelepah kelapa berserakan. Seharusnya, ranting itu masih dapat menjadi bahan bakar tungku. Untuk itu, diperlukan inovasi mahasiswa dalam bidang bio energi rumah tangga yang mampu membantu masyarakat dengan potensi lokal.

Selain itu, Hasto juga mengajak mahasiswa untuk lebih mencintai produk inovasi dalam negeri dari pada produk asing. Di Kulon Progo, kata Hasto, banyak dilakukan inovasi agar masyarakat lebih banyak mengunakan produk lokal. Misalnya, PDAM Kulon Progo sudah memiliki produk air minum kemasan asli Kulon Progo dengan merek Air Ku. Dengan demikian, masyarakat tidak perlu membeli air minum produk asing.

Untuk membangun kemampuan berinovasi, menurut Hasto, mahasiswa harus berproses layaknya berudu yang tumbuh menjadi katak. Berudu hingga menjadi katak, kemampuannya selalu berkembang. “Berudu kalau saya taruh di meja akan mati. Katak kalau saya taruh di meja bisa kencing, terus melompat dan bernyanyi,” ujar Hasto yang diikuti tawa hadirin.

Karenanya, Hasto berharap para finalis mahasiswa berprestasi UGM harus berkembang seperti berudu hingga menjadi katak. Namun, mahasiswa tidak boleh berkembang seperti ikan kecil menjadi ikan besar. Sejak masih kecil hingga beranjak besar, kemampuan ikan tetap sama, tidak mengalami perkembangan kemampuan. “Ikan kecil maupun ikan besar, kemampuannya sama, cuma berenang,” katanya. Filosofi inilah yang harus dipegang oleh setiap mahasiswa. Setiap saat harus mampu mengembangkan kemampuan yang dimilikinya, agar dapat melakukan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan. (Andi)

Check Also

kucing tuntun pulang pendaki tersesat di swiss

Delapan Alasan Menarik Pelihara Kucing

Edupost.ID- Kucing merupakan salah satu hewan peliharaan yang paling banyak dipilih menjadi sahabat di rumah. …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *