Sabtu , 21 Januari 2017
Home / Berita Pendidikan / Guru Dipenjara Cubit Siswa, IGI DIY: Hindari Kekerasan
Guru Dipenjara Cubit Siswa, IGI DIY: Hindari Kekerasan
Ilustrasi: Dipenjara. (Foto: wisegeek)

Guru Dipenjara Cubit Siswa, IGI DIY: Hindari Kekerasan

Edupost.id – Belakangan ini muncul beberapa kasus guru dipenjara akibat masalah sepele, seperti di Jakarta seorang guru SD Antonia Matraman dilaporkan ke Polsek Jakarta Timur akibat mencubit siswanya. Menanggapi hal tersebut, Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sugeng Andono menghimbau para guru untuk menghindari kekerasan dalam mendidik siswa.

Sugeng menilai, seorang guru seharusnya memahami psikologi perkembangan. Dengan begitu, seorang guru dapat berhati-hati ketika menghadapi siswanya.

Sugeng juga tidak setuju dengan tindakan kekerasan yang dilakukan guru dengan dalih mendisiplinkan siswa. “Mendisiplinkan anak tidak harus dengan kekerasan. Tegas tidak sama dengan keras, disiplin tidak sama dengan menyakiti,” katanya.

Sebaliknya, Sugeng lebih mendukung upaya guru mendidik siswa dengan cara halus. Ia mencontohkan, guru harus mengubah cara pandang terhadap siswa, tidak ada siswa nakal, yang ada adalah anak kreatif dengan rasa ingin tahu yang besar. Sehingga, hukuman yang menyakiti siswa seperti mencubit sebaiknya dihindari.

Baca Juga: Empat Kisah Guru Dipenjara karena Kasus Sepele

Seorang guru, lanjut Sugeng, harus hati-hati dalam mengambil tindakan yang pada akhirnya akan berurusan dengan hukum. Jika guru sudah melakukan tindakan yang benar tapi dipidanakan karena kesalahan sepele, IGI siap mengadvokasi.

“Apabila yang dilakukan sudah sesuai prosedur, kok masih mendapat ketidakadilan juga, maka sudah menjadi tugas kita untuk membantu guru tersebut, kalau di IGI melalui bidang advokasi,” ujar Sugeng. (Andi)

Check Also

surat-larangan-pidana-guru

Surat Larangan Orangtua Pidanakan Guru, Ini Tanggapan Netizen

Edupost.id – Di media sosial Facebook kini beredar surat pernyataan SMP Negeri 6 Mataram, Kota …

2 comments

  1. Sri Dwi Murwaningsih

    siip setuju dengan pendapat ketua IGI DIY. jadikan peserta didik subyek bukan obyek, dan adakan pendekatan dengan hati.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *