Kamis , 14 Desember 2017
Home / Berita Pendidikan / Guru Perlu Ajak Siswa Pilih Konten Positif di Internet
siswa memakai komputer dalam pembelajaran
Siswa memakai komputer dalam pembelajaran

Guru Perlu Ajak Siswa Pilih Konten Positif di Internet

Edupost.id – Keberadaan internet dapat dipandang dari dua sisi. Untuk mencari informasi positif, dapat menggunakan internet. Kalau mencari hal yang negatif juga bisa. Perlu kehati-hatian dalam penggunaan internet. Terlebih, dalam dunia pendidikan, internet hendaknya dapat menjadi sumber informasi positif dengan menyaring konten-konten negatif.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Pemberdayaan Informatika, Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kemkominfo, Septriana Tangkary dalam acara Pelatihan Agen Perubahan Informatika untuk Internet Cerdas, Kreeatif, dan Produktif (Internet Cakap).

Pelatihan ini atas kerjasama Kemkominfo, Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY), dan Ikatan Guru Indonesia (IGI) DIY. Peserta pelatihan ini adalah guru dari DIY dengan jumlah 300 orang.

“Untuk kebaikan internet bisa dimanfaatkan, kalau mau untuk yang begatif juga bisa. Yang kita harapkan dari adanya Pelatihan Agen Perubahan Informatika untuk Internet Cerdas, Kreeatif, dan Produktif ini dapat memberikan masukan kepada guru dan orang tua untuk memilih konten – konten yang baik, konten yang bermanfaat bagi anak – anak kita,” ungkap Septri.

Untuk itu, Septri mengajak guru di DIY agar menanamkan siswanya untuk menggunakan internet secara positif. Karena, dalam dunia pendidikan seharusnya internet bermanfaat jika disaring dengan baik. Internet dengan konten poisitif tentunya akan dapat menjadi sumber belajar.

Selain itu, Septri berharap, generasi muda Indonesia tidak hanya menjadi pemakai internet. Namun, juga harus mampu membuat inovasi. Menurutnya, generasi muda Indonesia harus kreatif dalam hal positif. “Kita bukan hanya pemakai, tapi anak Indonesia juga bisa menciptakan game, menciptakan aplikasi,” imbuhnya.

Untuk itu, Septri berharap guru dapat kreatif dan mampu merangsang siswanya untuk berani berinovasi. Inovasi ini dimulai dengan membuat sesuatu yang sederhana tetapi bermanfaat bagi lingkungan sekelilingnya. Ia mencontohkan, permainan tradisional Indonesia seperti egrang dan kelereng bisa dibuat game edukatif.

Septri juga mengatakan, dipilihnya Yogyakarta untuk menggelar pelatihan ini karena Yogyakarta adalah kota pelajar. Selain itu, melihat guru-guru Yogyakarta sangat kreatif dan ingin maju dalam bidang IT. Semoga guru-guru di Jogja dapat getok tular terhadap guru daerah lain,” harapnya. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *