Rabu , 14 November 2018
Home / Berita Pendidikan / Hanya 10% Lulusan Jadi Guru, Menristekdikti Moratorium Prodi Pendidikan
Guru SM-3T
Guru SM-3T

Hanya 10% Lulusan Jadi Guru, Menristekdikti Moratorium Prodi Pendidikan

Edupost.id – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir berencana memoratorium program studi (prodi) Ilmu Pendidikan. Menurutnya, kelompok prodi seperti sistem pengajaran, konseling harus dibatasi.

Sementara itu, untuk kelompok prodi Science, Technology, Engineering and Mathematics (STEM) seperti pendidikan matematika, sains, pendidikan teknik akan terus dikembangkan. Menurutnya, lulusan prodi tersebut masih kurang dan sangat dibutuhkan.

Walau demikian, ia belum menjelaskan secara detail bagaimana teknis pembatasan lulusan prodi Ilmu Pendidikan dan lainnya. Saat ini, lanjutnya, masih perlu dikoordinasikan dan dikaji lebih detail.

Nasir, mengakui saat ini terjadi kelebihan pasokan lulusan sarjana pendidikan. Saat ini, tambahnya, S1 pendidikan yang dapat mengikuti pendidikan profesi guru hanya sedikit yakni tidak lebih dari 10 persen. Akibatnya, 90 persen lulusan Prodi Pendidikan belum bisa menjadi guru.

Sebelumnya, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengusulkan, adanya moratorium pengajuan program studi (prodi) kependidikan dan pendirian Sekolah Tinggi Kependidikan dan Ilmu Pendidikan (STKIP). Moratorium dinilai efektif untuk menyelesaikan persoalan over supply sarjana pendidikan (S.Pd).

“Jalan keluar persoalan over supply sarjana pendidikan salah satunya moratorium pembukaan pengajuan prodi-prodi baru di kampus LPTK (pendidikan), pendirian STKIP juga mesti dimoratorium,” ungkap Wakil Sekretaris Jenderal FSGI Satriwan Salim dalam keterangan persnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=