Jumat , 25 Mei 2018
Home / Berita Pendidikan / Hardiknas, Kekerasan di Sekolah masih Menghantui Dunia Pendidikan
kekerasan dalam pendidikan
Stop kekerasan dalam pendidikan

Hardiknas, Kekerasan di Sekolah masih Menghantui Dunia Pendidikan

Edupost.id – Pada peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2018, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti masih tingginya kasus kekerasan di sekolah. Kasus kekerasan ini dinilai telah mencoreng dunia pendidikan Indonesia.

Melalui siaran persnya, pada Rabu (2/5), Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti mengatakan, kekerasan di satuan pendidikan cukup tinggi. Kekerasan itu dilakukan guru pada siswa, siswa terhadap guru, maupun siswa terhadap siswa lainnya.

“Adapun datanya adalah sebagai berikut, 84% Siswa pernah mengalami kekerasan di sekolah, 45% siswa laki-laki menyebutkan bahwa guru atau petugas sekolah merupakan pelaku kekerasan, 40% siswa usia 13-15 tahun melaporkan pernah mengalami kekerasan fisik oleh teman sebaya,” ujar Retno.

KPAI mencatat ada 40 persen siswa usia 13-15 tahun pernah mengalami kekerasan fisik oleh teman sebaya. Sedangkan 75 persen siswa mengaku pernah melakukan kekerasan di sekolah. Selain itu, 50 persen anak melaporkan mengalami perundungan (bullying) di sekolah.

Tidak hanya dilakukan oleh siswa, ternyata kekerasan di sekolah juga dilakukan oleh guru dan petugas sekolah. Ada 45 persen siswa laki-laki dan 22 siswa perempuan menyebutkan bahwa guru atau petugas sekolah merupakan pelaku kekerasan.

Kasus yang sempat mencuat, kata Retno, seperti penghukuman menjilat WC sebagaimana dialami oleh siswa SD di Sumatera Utara. Dan yang baru terjadi adalah kasus penamparan guru SMK terhadap sejumlah siswa di Purwokerto.

KPAI juga melakukan pengawasan terhadap kasus kekerasan seksual oleh guru terhadap peserta didik yang viral di media. Angkanya mencapai 13 persen kasus.

KPAI juga mencatat dalam tri semester pertama di 2018, pengaduan di KPAI didominasi kekerasan fisik dan anak korban kebijakan, yaitu sebesar 72 persen. Sedangkan 9 persen siswa mengadu karena kekerasan psikis, empat persen karena pemalakan, dan dua persen karena kekerasan seksual.

Ditambahkan Retno, kasus kekerasan di sekolah juga dialami oleh guru. Kasus penganiayaan orangtua siswa terhadap salah seorang kepala SMP Negeri di Pontianak menjadi bukti bahwa guru juga rentan mengalami kekerasan. Selain itu, ada juga kasus meninggalnya guru Budi di Sampang, Madura akibat pukulan muridnya sendiri.

Check Also

dipenjara

Guru Tampar Siswa Bukan Tindakan Pidana, Jangan Dipolisikan !

Edupost.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy menegaskan, seorang guru yang melakukan kekerasan terhadap …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=