Minggu , 11 Desember 2016
Home / Berita Pendidikan / HGN, IGI Berharap Pemerintah Pikirkan Kompetensi Guru
HGN, IGI Berharap Pemerintah Pikirkan Kompetensi Guru
HGN 2016

HGN, IGI Berharap Pemerintah Pikirkan Kompetensi Guru

Edupost.ID – Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI), Muhammad Ramli Rahim berharap, pada momentum Hari Guru Nasional (HGN) 2016, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan tetap fokus pada kompetensi dan ketersediaan guru. Pemerataan jumlah guru harus menjadi perhatian besar pemerintah.

“Kompetensi guru yang sudah ada ditingkatkan dan kompetensi guru rekruitmen baru diharapkan sudah mumpuni. Pemerataan guru, kekurangan guru dan ketergantungan pemerintah terhadap guru honorer, guru bantu, guru tidak tetap harus segera dituntaskan,” ungkap Ramli dalam pernyataannya yang diterima Edupost.ID Sabtu (26/11).

Terkait guru honorer, Ramli meminta pemerintah menghapus kebijakan guru honorer. Rendahnya pendapatan guru honorer dianggap kurang manusiawi.

“Guru honorer harus dihapus, pendapatan mereka hanya setara dengan upah harian buruh bangunan selama tiga hari. Guru honorer harus dihapuskan dan diganti dengan guru tidak tetap atau apapun namanya yang pendapatan gurunya minimal sama dengan Upah Minimum. Selama ini pemerintah “keenakan” menggunakan tenaga guru honorer karena dibayar berapapun mereka mau,” tegas Ramli.

Selain itu, IGI meminta pemerintah segera menarik guru-guru PNS di sekolah-sekolah swasta untuk memenuhi ketersediaan guru di sekolah-sekolah negeri. Langkah ini sekaligus memberikan kesempatan kepada calon-calon guru mengisi formasi yang ditinggalkan guru-guru PNS di sekolah swasta.

Harapan lain dari IGI adalah terkait guru vokasi. Pemerintah harus mengupayakan ketersediaan guru vokasi yang selama ini selalu menjadi masalah. LPTK juga harus membatasi diri dalam “memproduksi” guru-guru non vokasi.

Sarana dan Prasarana sekolah di daerah-daerah terpencil juga harus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Selama ini, menurut Ramli, pemerintah terlalu banyak membangun pencitraan dengan terus mengembangkan sekolah rujukan. Dampaknya, justru terjadi kesenjangan yang semakin jauh antara sekolah rujukan dengan sekolah yang diharapkan bisa menjadi sekolah imbas.

“IGI siap mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan guru serta

beban administrasi guru agar fokus mendidik dan mengajar,” imbuh Ramli. (Andi)

Check Also

Bentuk Penghormatan Presiden Kepada Semua Guru Indonesia

Bentuk Penghormatan Presiden Kepada Semua Guru Indonesia

Edupost.id- Sebagai salah satu bentuk kegiatan dalam memperingati acara puncak Hari Guru Nasioal dan HUT …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *