Sabtu , 19 Agustus 2017
Home / Berita Pendidikan / IGI Bertekad Lahirkan 1 juta Guru “Pintar” dalam Empat Tahun
guru
Ilustrasi. Guru

IGI Bertekad Lahirkan 1 juta Guru “Pintar” dalam Empat Tahun

Edupost.ID – Ikatan Guru Indonesia (IGI) semakin menunjukkaan keseriusannya membangun kompetensi guru Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan oleh organisasi pimpinan Muhammad Ramli Rahim ini adalah menggelar Training of Coach (TOC) dengan tujuan menciptakan 600 guru sebagai calon pelatih dalam setiap pelatihan kompetensi guru. Pelatih ini bertugas melahirkan satu juta guru berkompetensi tinggi selama empat tahun.

“12 TOC telah dan akan IGI lakukan dan Insya Allah tuntas 28 Desember 2016. Tujuh telah tuntas dan lima lainnya akan tuntas sebelum 29 Desember 2016. TOC adalah training of coach, sebuah diklat untuk melahirkan pelatih, bukan nara sumber, bukan trainer tapi coach,” terang Ramli Sabtu (17/12).

Dijelaskan oleh guru SMK Widya Nusantara Maros itu, seluruh peserta TOC harus mampu lolos dan memiliki sertifikat couch. Sebagai salah satu pembuktian kelulusan guru-guru peserta TOC adalah kemampuan mengubah keadaan menjadi tulisan, apalah jadinya TOC Literasi Produktif jika tulisan pun tak bisa dilahirkan, itu namanya TOC tidak produktif.

Seorang pelatih yang telah melatih seseorang atau sekelompok orang di satu tempat dan meyakini sepenuhnya telah dinyatakan “menguasai apa yang dilatihkan” maka PP IGI dan Samsung akan menerbitkan sertifikat diklat 64 jam kepada yang bersangkutan dengan mencantumkan nama pelatihanya. Sertifikat ini mulai diterbitkan 2 Januari 2017 dan semua yang pernah dilatih mulai 9 Oktober 2016 sampai hari itu, dapat diterbitkan sertifikatnya.

“Akan ada potensi lebih dari 600 calon pelatih baru yang ditelorkan IGI. Jika ditambahkan dengan Alumni TOT Surabaya maka berpotensi menjadi 800 pelatih,” imbuh Ramli.

Setiap pelatih yang dinyatakan lulkus diklat pelkatih ini, harus mampu menciptakan guru yang berkompetensi di bidang literasi produktif berbasis IT. Jika 800 pelatih ini mampu melatih 7 orang saja setiap minggunya, maka dalam 4 tahun sudah akan ada satu juta guru terlatih literasi produktif berbasis IT di Indonesia.

“Kelulusan yang bersangkutan harus bisa dipertangjawabkan pelatih karena Tim Samsung dan Master Coach IGI akan melakukan sampling atau uji secara acak. Jika peserta pelatihan dinyatakan lulus ternyata tidak memiliki kemampuan yang dimaksud, maka sang pelatih akan mendapat sanksi berupa pencabutan segala haknya sebagai pelatih selama 3 bulan,” pungkasnya. (Andi)

Check Also

guru-mengajar

Komite Sekolah Bebas Galang Dana, Sekolah Berpotensi “Dijual”

Edupost.ID – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy menerbitkan Permendikbud Nomor 75 tahun 2016 tentang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *