Kamis , 19 Oktober 2017
Home / Berita Pendidikan / IGI Dukung Mendikbud Membuat Rapor Karakter Siswa
Siswa SD
Ilustrasi. Siswa SD

IGI Dukung Mendikbud Membuat Rapor Karakter Siswa

Edupost.id – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy berencana mengeluarkan rapor khusus selain rapor nilai akademik, yakni rapor karakter. Rapor ini dimaksudkan untuk merekap kegiatan siswa yang bersifat ekstrakurikuler.

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim mengatakan, IGI menyepakati adanya kebijakan baru tersebut. Menurutnya, rapor model tersebut sudah ada selama ini. Namun, jika pemerintah akan membuat rapor karakter siswa secara khusus itu akan lebih baik.

“Saya sepakat. Walaupun selama ini sudah ada rapor yang menilai karakter siswa, tapi kalau (rapor karakter) mau terpisah itu lebih baik. Saya berharap rapor karakter ini akan menilai perkembangan karakter siswa secara lebih detail,” ujar pria yang akrab disapa MRR, ketika dihubungi melalui sambungan telepon, Kamis (24/8).

IGI, menurutnya juga meminta kepada pemerintah, dalam hal ini Mendikbud untuk lebih memantau perkembangan karakter siswa lewat rapor ini. Untuk itu, IGI mengusulkan agar siswa dipantau karakternya sejak pertama kali diterima di sekolah. Sehingga akan selau terlihat apakah siswa tersebut mengalami perubahan karakter menuju kje arah yang lkebih baik atau sebaliknya.

“Selama ini, penilaian karakter siswa tidak pernah dari titik 0, tapi langsung pada titik 1. Seharusnya pada awal masuk tercatat karakter siswa, setelah enam bulan dicatat lagi. Tapi selama ini kan tidak, anak dinilai setelah enam bulan,” katanya.

Catatan lain yang diusulkan Ramli adalah terkait bentuk rapor siswa. Ramli mengusulkan agar nantinya penilaian pada rapor siswa berbentuk deskripsi, bukan angka atau huruf seperti yang berlaku selama ini. Dengan model deskripsi, karakter siswa akan lebih terbaca dengan jelas.

Dengan kewajban membuat dua rapor siswa ini, Ramli mengaku sebagai guru pastinya akan semakin repot. Terlebih, guru juga dibebani dengan rumitnya membuat adminustrasi mengajar. Namun, kerepoitan itu tidak lantas membuat guru harus menolak rencana ini.

“Saya mengusulkan, pemerintah harus mengurangi beban administrasi guru. Energi yang dimiliki guru lebih baik dimanfaatkan untuk membuat rapor siswa yang lebih mendetail. (Andi)

Check Also

guru-mengajar

Terkait UKG, IGI Tetap Konsisten di Angka Minimal 80

Edupost.id – Ikatan Guru Indonesia (IGI) berharap pemerintah tetap tegas mematok angka minimal kelulusan uji …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *