Rabu , 18 Oktober 2017
Home / Berita Pendidikan / Inilah Kebohongan Dwi Hartanto yang Dijuluki The Next Habibie
Terungkap Kebohongan Dwi Hartanto yang Dijuluki The Next Habbie
Terungkap Kebohongan Dwi Hartanto yang Dijuluki The Next Habbie

Inilah Kebohongan Dwi Hartanto yang Dijuluki The Next Habibie

Edupost.id – Sosok Dwi Hartanto tengah jadi sorotan terkait pernyataan di sejumlah media massa yang mengaku sebagai ilmuwan muda Indonesia ahli dirgantara dan roket. Mahasiswa doktoral di Technische Universiteit Delft Belanda itu juga sempat disebut The Next Habibie karena prestasinya.

Namun dalam dokumen klarifikasi sepanjang 5 halaman, yang dimuat di situs ppidelft.net, Jumat (7/10), Dwi mengaku telah memberikan informasi yang tidak benar, baik melalui media massa maupun media sosial. Berdasarkan pengakuannya, ada sederet kebohongan yang selama ini menghebohkan publik.

1. Bohong Soal Pendidikannya

Awalnya Dwi mengaku lulusan S1 dari Institut Teknologi Tokyo. Namun, faktanya ia adalah lulusan S1 dari Teknik Industri di Institut Sains dan Teknologi Akprind Yogyakarta. Dwi menyelesaikan S2 di Fakultas Electrical Engineering, Mathematics and Computer Science di Technische Universitet (TU) Delft tahun 2009. Dia meneruskan S3 di bidang Intelligent System kampus yang sama. Saat ini statusnya adalah kandidat Doktoral, bukan calon profesor.

Dia juga mengaku mendapat beasiswa S2 dari pemerintah Belanda di Technische Universitet (TU) Delft. Namun lagi-lagi itu bohong, kuliah S2 di TY Delft dibiayai oleh beasiswa yang Depkominfo Republik Indonesia.

2. Dwi Bukan Ahli Dirgantara

Dwi pun mengakui dia bukanlah ahli dalam bidang kedirgantaraan dan roket seperti yang sering digembor-gemborkan selama ini. Roket yangPrestasinya sebagai proyek dari lembaga antariksa Belanda, nyatanya proyek roket amatir mahasiswa sebagai ekstrakulikuler di kampusnya. Ia juga sudah berbohong terkait klaimnya menjadi otak pengembangan pesawat tempur generasi keenam.

3. Dwi Tidak Pernah Menang Lomba Antariksa

Klaim menang lomba Riset Teknologi Wm-space Agency Dunia di Jerman 2017 juga kebohongan semata. Foto saat Dwi menang lomba bergengsi ini seperti yang dipajang di media sosialnya hanyalah foto editan yang ditambah cerita karangannya.

“Lokasi pengambilan foto yang sebenarnya adalah di gedung Space Business Innovation Centre di Noordwijk, Belanda, saat saya mengikuti lomba hackathon Space Apps Challenge. Perlombaan ini terbuka untuk pelajar dan profesional. Saat itu saya bergabung dalam suatu tim mahasiswa dan kami tidak menang,” pengakuannya.

Dalam pernyataanya, Dwi mengaku bersalah menyampaikan informasi yang tidak benar. Dia berjanji tak akan melakukan perbuatan serupa. “Saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah dirugikan atas tersebarnya informasi yang tidak benar terkait dengan pribadi, prestasi dan kompetensi saya,” sesal Dwi. (Andi)

Check Also

Kampus IST Akprind

Kebohongan Dwi Hartanto Tak Ada Kaitan dengan Almamaternya

Edupost.id – Dalam beberapa hari terakhir sosok Dwi Hartanto sempat menghebohkan Indonesia dengan informasi berbagai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *