Minggu , 30 April 2017
Home / Berita Pendidikan / Jejaring AHS : Integrasi Pendidikan, Penelitian, dan Kesehatan
Jejaring AHS : Integrasi Pendidikan, Penelitian, dan Kesehatan
Jejaring AHS : Integrasi Pendidikan, Penelitian, dan Kesehatan

Jejaring AHS : Integrasi Pendidikan, Penelitian, dan Kesehatan

Edupost.ID – Keberadaan Academic Health System (AHS) berperan penting memaksimalkan kegiatan penelitian, pelayanan klinis, pendidikan dan pelatihan antara perguruan tinggi kesehatan dan lembaga penyedia layanan kesehatan. Tujuan pendirian AHS adalah mewujudkan integrasi antara penyelenggara pendidikan kesehatan dengan rumah sakit pendidikan jejaringnya serta stakeholder tang terlibat demi terwujudnta pelayanan peima kepada masyarakat.

Ketua AHS UGM, Prof. dr. Budi Mulyono SpPK(K).,MM mengatakan, di Indonesia, terdapat tiga AHS yakni AHS Universiras Hasanuddin Makassar, AHS Universitas Indonesia (UI), dan AHS Universitas Gadjah Mada (UGM). Dalam AHS, Fakultas Kedokteran UGM menggandeng beberapa rumah sakit di DIY Jateng.

“AHS di Fakultas Kedokteran UGM telah terdaftar menjadi anggota Association of Academic Health Center International (AAHCI), melibatkan RSUP Dr. Sardjito, RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro, RS UGM, RSUD Banyumas, dan RSPAU Hardjolukito,” ungkap Budi dalam acara Konferensi Pers Konferensi Internasional AHS di Fakultas Kedokteran UGM Selasa (10/1).

Melihat pentingnya AHS untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pelayanan kesehatan, maka FK UGM akan menyelenggarakan International Conference Academic Health System Southeast ASIA Region Meeting 2017. Acara ini bertujuan mengembangkan inovasi dalam mengintegrasikan layanan poendidikan, penelitian, dan kesehatan dalam jejaring AHS.

Ketua panitia seminar, dr. Endro Basuki, SpBS berharap, acara ini akan mampu memperkuat kualiras pendidikan kedokteran, penelitian, dan layanan klinis masyaraskat. Selain itu, juga untuk memperkuat harmonisasi profesional layanan pendidikan dan kjesehatasn yang lebih baik.

“Berharap akan mendapat SK AHS dari Kemenkes dan Kemenristek Dikti. Diharapkan pemerintah dapat menerbitkan aturan yang lebih tinggi untuk mengembangkan sistem kesehatan yang baik di seluruh Indonesia,” lanjut Endro.

Acara ini akan menghadirkan tokoh – tokoh kesehatan dan akademisi baik nasional maupun internasional sebagai pembicara. Tokoh yang dihadirkan di antaranya Dr. Steve Wartman (President Association of Academic Health Center International, Prof. Ali Ghufron Mukti (Dirjend Sumberdaya Sains Teknologi dan Pendidikan Tinggi Kemenristek Dikti), Bambang Wibowo (Dirjend Owelayanan Kesehatan Kemenkes), dan Prof. Dr. Nila Djuwita F. Moeloek (Menteri Kesehatan RI). (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *