Sabtu , 21 Oktober 2017
Home / Berita Pendidikan / Jokowi : Tidak Ada Keharusan Full Day School
Jokowi
Jokowi

Jokowi : Tidak Ada Keharusan Full Day School

Edupost.id – Kebijakan sekolah lima hari di Indonesia semakin menjadi pro kontra di masyarakat. Tentang polemik ini, Presiden Joko Widodo menegaskan, kebijakan sekolah lima hari dalam seminggu bukanlah sebuah keharusan.

“Saya tegaskan lagi, tidak ada keharusan untuk lima hari sekolah. Yang selama ini enam hari silakan lanjutkan. Tidak perlu berubah,” ujar Jokowi yang diunggah dalam akun Twitter resminya, @jokowi, Senin, (14/8).

Jokowi juga menambahkan, jika ada sekolah yang telah siap menerapkan full day school, pemerintah tetap menyambut baik. Jokowi juga memastikan, sekolah yang akan menerapkan full day school tetap harus didukung oleh masyarakat maupun tokoh agama.

“Sekolah – sekolah yang sudah atau mau menerapkan program full day school tetap dibolehkan, asalkan diterima dan tokoh agama setempat,” kata Jokowi.

Program full day school bermula dari Peraturan Mendikbud Nomor 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah. Dalam konsep ini, masa belajar siswa di sekolah akan menyesuaikan dengan waktu kerja guru PNS yakni selama lima hari dengan jam kerja selama delapan jam kerja.

Namun, program ini akhirnya menuai kontroversi. Ada pihak yang memiliki kekhawatiran banyak pihak tentang hilangnya sekolah madrasah dan pondok pesantren. Dengan delapan jam sekolah, maka anak-anak tidak akan memiliki kesempatan lagi belajar di madrasah dan lain sebagainya.

“Intinya program pendidikan karakter full day school fleksibel. Yang terpenting pendidikan anak didik tetap berkualitas,” pungkas Jokowi. (Andi)

Check Also

Kartu Indonesia Pintar

Bagikan KIP, Jokowi : Anak-anak di Buleleng Pintar-pintar

Edupost.id – Presiden RI Joko Widodo menyampaikan, dua siswa asal Buleleng yang meraih prestasi di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *