Senin , 5 Desember 2016
Home / Berita Pendidikan / Jumlah Lulusan SMK Tidak Sesuai Kebutuhan Industri
Lulusan SMK Tidak Sesuai Kebutuhan Industri
Lulusan SMK Tidak Sesuai Kebutuhan Industri (foto: Indblogspt)

Jumlah Lulusan SMK Tidak Sesuai Kebutuhan Industri

Edupost.ID – Ketua Dewan Pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta, Prof. Wuryadi mengatakan, terdapat kesenjangan antara lulusan SMK dengan ketersediaan lapangan kerja. Pada bidang tertentu, jumlah kebutuhan tenaga kerja lebih banyak dibanding jumlah lulusan. Namun, pada bidang lain, jumlah lulusan melebihi ketersediaan lapangan kerja.

“Bidang Bisnis dan Manajemen jumlah lulusannya melebihi jumlah kebutuhan tenaga kerja. Yang menarik, pada bidang perikanan dan kelautan jumlah lulusannya pada 2016 ada 17.249, sedangkan tenaga kerja yang dibutuhkan 3.364.297,” ujar Wuryadi saat menjadi pembicara Seminar Nasional Job Matching SMK di SMKN 2 Depok Sleman.

Menurutnya, kesenjangan ini  menjadi salah satu persoalan di Indonesia. Rendahnya jumlah lulusan dipicu oleh kekurangan jumlah guru yang mengajar. SMK bidang perikanan dan kelautan biasanya diisi oleh para pengajar yang  bukan dari guru professional. Saat ini, menurut Wuryadi memang belum ada LPTK yang mendidik calon guru perikanan dan kelautan.

Guru besar UNY ini juga menilai, adanya dua kementerian nyang membidangi pendidikan, yakni Kemdikbud dan Kemristek Dikti, justru semakin menambah persoalan. Kemnenristek Dikti yang membawahi perguruan tinggi pencetak calon guru kurang bisa memenuhi kebutuhan guru SMK yang berada di bawah Kemdikbud.

Mengenai lulusan bidang bisnis dan manajemen yang jumlahnya melebihi jumlah kebutuhan lapangan kerja, Wuryadi meminta sekolah juga menyiapkan siswanya untuk terjun berwirausaha. Jika para lulusan SMK memiliki kreativitas, mereka takakan  lagi mengantri melamar pekerjaan. Mereka justru siap membuka lapangan pekerjaan baru.

Kepala Sub Direktorat Penyelarasan Kejuruan dan Kerjasama Industri Kemdikbud, Sri Puji Lestari mengatakan, selama ini pemerintah tak pernah tinggal diam mengatasi persoalan yang ada di SMK. Pemerintah selalu mendorong SMK di Indonesia untuk mandiri dan meningkatkan kualitas.

Terkait membludaknya lulusan bidang bisnis dan manajemen, menurut Puji, itu sangat wajar mengingat SMK bidang ini tidak membutuhkan kebutuhan sarana pendidikan yang mahal dan dalam jumlah besar. Pihaknya sudah mendorong sekolah untuk membuka bidang usaha sebagai tempat praktek siswa. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *