Sabtu , 21 Oktober 2017
Home / Berita Pendidikan / Kasus Chat Mesum Guru, KPAI Koordinasi dengan Polisi
Kasus Chat Mesum Guru, KPAI Koordinasi dengan Polisi
Kasus Chat Porno Guru TS, KPAI Datangi Sekolah Penabur

Kasus Chat Mesum Guru, KPAI Koordinasi dengan Polisi

Edupost.id – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait kasus chat berbau mesum yang dilakukan oleh TS, guru bahasa Inggris, di SMA swasta di Jakarta Utara.

“KPAI segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan memastikan bahwa polisi akan menggunakan UU Perlindungan anak untuk kasus ini sehingga pelaku dikenakan pasal berlapis agar hukuman lebih berat,” kata Komisioner KPAI, Retno Listyarti ketika dihubungi Edupost.id, Selasa (15/8).

KPAI juga akan memastikan kondisi korban dengan melaskukan kunjungan ke sekolah. Jika dibutuhkan, KPAI juga akan melakukan rehabilitasi terhadap korban.

“KPAI akan melakukan kunjungan ke sekolah untuk memastikan kondisi korban dan upaya rehabilitasi,” imbuh Retno.

Pihak terkait, menurut Retno, dalam hal ini Dinas Pendidikan DKI Jakarta juga akan diajak berkoordinasi. Ini penting untuk berkoordinasi membuat sistem perlindungan anak dari kasus seperti ini.

Kasus chat pornografi terhadap empat siswi SMA swasta di Jakarta Utara ini terungkap pada 10 Agustus 2017. TS, 24 tahun, seorang guru bahasa Inggris sekaligus wali kelas di salah satu kelas XII, terungkap kerap mengirimi chat berbau porno kepada muridnya via aplikasi Line. Hal ini langsung dilaporkan masyarakat kepada Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Selain mengirimkan chat porno, TS mengirimkan gambar porno yang ia dapat dari mesin pencari Google. Tak lama selang laporan, tim Subdit Jatanras Polda Metro Jaya langsung membekuk TS di sekolah tempat ia bekerja. (Andi)

Check Also

Ditonton Anak dan Remaja, KPAI Minta Stop Iklan Rokok

Ditonton Anak dan Remaja, KPAI Minta Stop Iklan Rokok

Edupost.id – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Susanto, meminta Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *