Sabtu , 21 Januari 2017
Home / Berita Pendidikan / Kasus Siswa Dapat Nilai Nol, Sekolah Dinilai Tidak Adil
Ujian Nasional (UN)
Siswa mengikuti ujian nasional (UN)

Kasus Siswa Dapat Nilai Nol, Sekolah Dinilai Tidak Adil

Edupost.id – Kasus siswa SMAN 4 Bandung yang tidak naik kelas karena mendapat nilai nol di rapotnya mendapat tanggapan dari banyak. Sikap pihak SMAN 4 Bandung ini dinilai tidak adil dan dapat mencederai semangat belajar anak.

Edgar Suratman, Kadis Dispendik Kota Bogor berpendapat bahwa sikap sekolah yang tidak adil itu dapat melemahkan kepercayaan diri siswa. “Apalagi harapan kita kepada sekolah-sekolah di manapun sama, untuk memberikan keadilan pada anak”

Ia menilai, sekolah seharusnya tidak membuat keputusan mutlak dan mau bersikap lebih terbuka. “Sekolah harusnya memberikan alasan yang cukup jelas kenapa Puspita tidak bisa naik kelas, karena keputusan yang benar-benar mutlak itu akan menyebabkan anak tidak lagi semangat belajar dan melemahkan kepercayaan dirinya,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Devi, guru Bahasa di SMAN 4 Magelang “Siswa bisa hadir dan ikut remedial, apalagi karena membantu sekolah mencapai penghargaan untuk tingkat wilayah. Malah harusnya mendapat apresiasi dari semua pihak dan sekolah harusnya memberikan hak itu,” ungkapnya.

Devi menambahkan,“Guru bukan hanya bertugas memberi materi tetapi juga sebagai teladan bagi muridnya”. Penilaian rapot sekolah harusnya dihitung dari akumulasi nilai persemester ganjil dan genap. Apalagi dengan ketetapan kurikulum 2013. Tidak akan memungkinkan anak mendapatkan nilai yang benar-benar kosong di rapotnya,” jelasnya.

Sebelumnya, orangtua Puspita mengadukan masalah anaknya tidak dapat hadir saat ulangan kepada KPAI (Komisi Perlindungan Anak Indonesia) karena sakit dan berlatih untuk Olimpiade Biologi. Orangtua siswa tidak terima dengan perlakuan sekolah yang memberikan nilai nol di rapot sehingga anak tersebut tidak naik kelas. (Inan)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *