Minggu , 28 Mei 2017
Home / Berita Pendidikan / Kebijakan Lima Hari Sekolah Tidak Bisa untuk Semua Sekolah
siswa-SMA
Ilustrasi. Siswa SMA

Kebijakan Lima Hari Sekolah Tidak Bisa untuk Semua Sekolah

Edupost.id – Setelah menggulirkan gagasan sekolah sehari penuh, Mendikbud Muhadjir Effendy kini menggulirkan hal baru, penerapan sekolah lima hari. Dengan kebijakan ini, nantinya siswa hanya akan masuk pada Senin hingga Jumat. Sementar pada Sabtu dan Minggu siswa mendapat kesempatan berada bersama keluarga di rumah. Hanya saja, pada Senin hingga Jumat, materi pelajaran harus dipadatkan.

Terkait hal ini, Ketua Dewan Pendidikan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Prof. Wuryadi meminta pemerintah, dalam hal ini Kemdikbud, agar lebih berhati – hati dalam membuat kebijakan. Menurutnya, kebijakan lima hari sekolah tidak dapat diterapkan di semua sekolah. Pasalnya, ini sangat tergantung dengan kesiapan sekolah masing – masing.

“Bagi sekolah yang mapan tentu tidak kesulitan menerapkan lima hari sekolah dengan memadatkan materi pelajaran karena mereka memang sudah siap. Namun, bagi sekolah yang belum mapan akan menjadi masalah bagi mereka,” kata Wuryadi.

Pengamat pendidikan dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu menambahkan, kebijakan ini sangat mirip dengan kebijakan sekolah sehari penuh (full day school) yang telah lebih dulu diwacanakan oleh Mendikbud. Jika kebijakan ini diterapkan tentunya jam belajar dari Senin hingga Jumat akan menjadi lebih lama. Ini akan berpengaruh pada kesiapan guru dan sarana penunjang lainnya.

Untuk itu, pemerintah perlu menentukan sekolah mana yang dianggap siap dan sekolah mana yang tidak siap menerapkan sistem ini. Tidak boleh dipukul rata seluruh sekolah di Indonesia, mengingat setiap sekolah memiliki kelengkapan dan kemampuan yang berbeda-beda. (Andi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *