Sabtu , 21 Oktober 2017
Home / Berita Pendidikan / Kemenag DIY : Madrasah Tak Perlu Full Day School
Siswa Madrasah
Ilustrasi. Siswa Madrasah

Kemenag DIY : Madrasah Tak Perlu Full Day School

Edupost.id – Seluruh madrasah yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak akan menerapkan sistem lima hari sekolah atau full day school (FDS). Ini ditegaskan oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) DIY, Muhammad Lutfi Hamid.

Lutfi menegaskan, selama ini madrasah sudah menjalankan pendidikan karakter seperti yang diwacanakan akan diajarkan dalam FDS. Sistem pelajaran di madrasah selain mengajarkan kurikulum umum, juga menambah pelajaran pembentukan karakter seperti ilmu agama dan pendidikan kewarganegaraan.

“Kurikulum dengan pembentukan karakter sudah ada baik yang bersifat normativitas keagamaan maupun ideologi kenegaraan,” kata dia.

Selain itu, bila madrasah itu menerapkan FDS, jam pulang sekolah pukul 15.00-16.00. Ini tentunya akan menimbulkan kerawanan sosial pada siswa di perdesaan, karena madrasah umumnya berada di perdesaan.

Pasalnya usai selesai sekolah, para siswa madrasah yang ada di desa banyak yang membantu orangtua seperti menjaga dan memberi makan ternak dan membantu panen padi. Kemenag tak akan mengganggu waktu berkumpul keluarga para siswa dengan orangtua.

“Kalau dipaksakan, kasihan mereka (siswa) akan pulang malam. Apalagi di perdesaan, rawan,” ucap Lutfi lagi.

Lembaga pendidikan di bawah Ditpendis Kemenag yakni Raudhatul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Aliyah. Total ada 368 Madrasah Diniyah yang dinaungi Kanwil Kemenag DI Yogyakarta didominasi siswa pedesaan. (Andi)

Check Also

siswa-SMA

Psikolog : Pendidikan Karakter Butuh Peran Berbagai Pihak

Edupost.id – Psikolog Prof Irwanto, mengatakan, pendidikan karakter tidak mungkin dapat berhasil tanpa peran serta …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *