Rabu , 23 Mei 2018
Home / Berita Pendidikan / Kemendikbud Gelar Rembuk Nasional, Bahas Lima Isu Strategis

Kemendikbud Gelar Rembuk Nasional, Bahas Lima Isu Strategis

Edupost.id – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ( Kemendikbud) menyelenggarakan Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) pada Senin – Kamis, 5 – 8 Februari 2018, di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kemendikbud, Sawangan, Jawa Barat.

Lima isu strategis terkait pendidikan dan kebudayaan menjadi pokok pembahasan pada RNPK tahun ini. Hal pertama yang dibahas adalah terkait ketersediaan, peningkatan profesionalisme, dan perlindungan, serta penghargaan guru.

Sampai dengan bulan Juni tahun 2017 jumlah guru sebanyak 3.268 juta orang, dan 44 persen telah tersertifikasi. Sedangkan jumlah guru PNS sebanyak 1.623 juta orang guru. Dalam lima tahun ke depan sekitar 404.900 guru PNS akan pensiun, sedangkan sebanyak 88 persen guru tersebut telah bersertifikat.

Isu kedua yasng dibahas adalah pembiayaan pendidikan dan kebudayaan oleh pemerintah daerah. Pemerintah daerah harus memenuhi APBD 20 persen untuk alokasi pendidikan. Selain itu, masyarakat juga dapat terlibat dalam pembiayaan pendidikan melalui Komite Sekolah.

Kebijakan revitalisasi pendidikan vokasi dan pembangunan ekonomi nasional juga tak luput dari pembahasan. Diharapkan pada tahun 2025 SMK dapat berperan sebagai rumah inovasi atau kewirausahaan.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemendikbud telah merevitalisasi dan memfasilitasi sebanyak 219 SMK dapat bekerjasama dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI ), serta melakukan kerjasama dengan beberapa negara. Kemendikbud juga terus berusaha melakukan percepatan peyediaan guru produktif. Hingga 2017 telah menghasilkan 10.105 guru keahlian ganda, dan 10.304 guru telah memiliki sertifikat kompetensi keahlian.

Yang tidak kalah penting adalah pembahasan mengenai pembangunan pendidikan dan kebudayaan dari pinggiran. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam mengatasi kesenjangan dan keterbatasan infrastruktur penting dilakukan untuk mempercepat pemerataan layanan peningkatan mutu pendidikan dan kebudayaan.

Isu terakhir yang dibahas adalah terkait penguatan pendidikan karakter. Sekolah adalah model lingkungan budaya yang dalam kesehariannya sarat dengan nilai-nilai kearifan lokal. Masyarakat sekitar, termasuk seniman dan budayawan dapat turut serta menciptakan sekolah sebagai model kebudayaan, seperti mengadakan kolaborasi dengan sekolah ataupun orang tua siswa.

Check Also

Kemendikbud Jamin Fasilitas Belajar di Daerah 3T Mencukupi

Edupost.id – Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

=[Tutup Klik 2x]=